Pertahankan Status Keanggotaan Indonesia, Waseskab Ikuti Sidang Umum IMO di London

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 27 November 2017
Kategori: Berita
Dibaca: 15.699 Kali
Waseskab Ratih Nurdiati mengikuti rapat persiapan Sidang Umum IMO yang dipimpin Menhub Budi K. Sumadi, di KBRI Londong, Inggris, Minggu (26/11). (Foto: Khairul/Setkab)

Waseskab Ratih Nurdiati mengikuti rapat persiapan Sidang Umum IMO yang dipimpin Menhub Budi K. Sumadi, di KBRI London, Inggris, Minggu (26/11). (Foto: Khairul/Setkab)

Wakil Sekretaris Kabinet (Waseskab) Ratih Nurdiati menghadiri sidang umum dan pemilihan anggota Dewan International Maritime Organization (IMO) periode 2017-2018, yang digelar London, Inggris, 27 November hingga 6 Desember mendatang.

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, yang turut hadir ke London dan menjadi Ketua Delegasi menegaskan, bahwa misi Indonesia adalah mempertahankan status sebagai anggota IMO, karena keaktifan Indonesia menunjukkan eksistensi di dunia Internasional sebagai negara maritim terbesar di Dunia.

“Menjadi anggota Dewan IMO Kategori C memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk ikut serta dalam menentukan kebijakan-kebijakan IMO yang sangat berpengaruh pada dunia kemaritiman,” kata Menhub pada rapat persiapan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), London, Minggu (26/11).

Menurut Menhub, ada satu pencapaian Indonesia yang bisa dijadikan modal untuk tetap bertahan sebagai anggota dewan IMO yakni keberhasilan dalam pembenahan pelabuhan Tanjung Priok.

“Di Priok kita sudah hasilkan kerja sama dengan kapal-kapal yang besar. Itu sebuah prestasi atas hasil kepercayaan. Selanjutnya, kita butuh Priok bisa mengerjakan dengan cepat dan murah, dan kita akan membuat petugas di Priok bisa melakukan itu,” kata Menhub.

Sebagai informasi, IMO adalah badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang didirikan pada 1948 dan memiliki tanggung jawab atas isu-isu keselamatan dan keamanan pelayaran serta pencegahan terhadap polusi laut.

IMO memiliki tiga kategorisasi keanggotaan yakni Kategori A terdiri dari 10 negara yang mewakili armada pelayaran niaga internasional terbesar dan sebagai penyedia angkutan laut internasional terbesar.

Untuk Dewan IMO Kategori B, terdiri dari 10 negara yang mewakili kepentingan terbesar dalam penyelenggara jasa perdagangan lewat laut atau International Seaborne Trade.

Kategori ketiga atau C terdiri dari negara-negara yang mempunyai kepentingan khusus dalam angkutan laut dan mencerminkan pembagian perwakilan yang adil secara geografis.

Selain dihadiri oleh Menhub Budi Karya dan Waseskab Ratih Nurdiati, rapat persiapan itu dihadiri juga oleh Plt. Sestama Bakamla Marsma TNI Widiantoro, Wakil Kepala Perwakilan KBRI Adam Mulawarman Tugio, Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan  R. Agus H. Purnomo, dan perwakilan dari Kementerian dan Lembaga terkait. (CH/ES)

 

Berita Terbaru