Pertemuan dengan Kamar Dagang Indonesia di Tiongkok (INACHAM) dan Sejumlah Pengusaha Tiongkok, di Shangri-La Hotel, Chengdu, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), 28 Juli 2023 

Oleh Humas     Dipublikasikan pada 28 Juli 2023
Kategori: Sambutan
Dibaca: 783 Kali

Sambutan Presiden Joko Widodo pada Pertemuan dengan Kamar Dagang Indonesia di Tiongkok (INACHAM) dan Sejumlah Pengusaha Tiongkok, 28 Juli 2023 

Selamat pagi dan terima kasih atas kehadiran Bapak-Ibu sekalian dalam acara di pagi hari ini.

Saya tahu Bapak-bapak semua sudah banyak yang berinvestasi di Indonesia dan mungkin sebagian juga belum. Dan tadi malam saat berbicara di bilateral selama satu jam, kemudian makan malam hampir dua setengah jam dengan Presiden Xi Jinping, kami bersepakat, Indonesia dan RRT, untuk terus mendorong investasi di Indonesia.

Dan secara khusus, tadi malam saya minta agar yang kawasan industri di Kalimantan Utara diberikan dorongan. Yang kedua, kerja sama dan investasi di Ibu Kota Nusantara juga diberikan dorongan. Dan, Presiden Xi menyampaikan beliau concern dan akan memberikan dorongan ke arah yang saya minta. Di luar itu juga tetap akan didorong semuanya khusus Indonesia, beliau menyampaikan khusus Indonesia.

Prioritas yang ingin kami kerjakan untuk investasi sekarang ini adalah yang pertama di ekosistem kendaraan listrik/ekosistem EV (electric vehicle) yang ingin kita bangun, baik mulai bahan bakunya sampai EV baterai, sampai nanti di kendaraan listrik. Dan, saya lihat beberapa dari sini juga sudah masuk untuk membangun ekosistem kendaraan listrik yang ingin kita bangun ke depan. Perkiraan kita di 2035, produksi untuk mobil bisa di atas 1 juta dan untuk kendaraan 2,4 juta, hitungan sementara.

Kemudian yang kedua, di bidang energi baru terbarukan. Saya ingin mendorong agar ini juga investor dari China juga mau masuk ke bidang ini, karena potensi di Indonesia untuk energi baru terbarukan ada 434.000 megawatt, 434.000 megawatt, ini sebuah jumlah yang sangat besar, baik itu hydropower, kemudian matahari, kemudian tidal wave, kemudian angin, geotermal. Geotermal sendiri mungkin ada 29.000 megawatt. Saya kira ini sebuah kesempatan yang sangat baik untuk ke depan. Kalau energinya hijau, nanti produknya hijau, jualan produknya bisa di posisi premium.

Kemudian yang ketiga, berkaitan dengan Ibu Kota Nusantara. Saya juga ingin menyampaikan bahwa pembangunan sudah dimulai tahun yang lalu untuk khusus Kawasan Inti Pemerintahan. Saat ini kita harapkan terus berjalan, tahun depan kita harapkan sudah selesai dan bisa kita pindah ke ibu kota baru, Nusantara.

Dan kita harapkan setelah itu, tahun ini swasta bisa mulai masuk, baik untuk kesehatan, baik untuk pendidikan, kemudian research, kemudian data center, bisa mulai dilaksanakan tahun ini. Karena ini ada 34 ribu hektare lagi yang sudah siap lahannya dan bisa dimasuki oleh investor untuk properti, untuk kesehatan, rumah sakit misalnya, untuk pendidikan (university), dan juga untuk infrastruktur.

Saya tahu di sini sudah banyak yang masuk. Mungkin bisa menyampaikan kepada rekan yang lain apakah ada kesulitan, apakah ada problem, saya kira bisa disampaikan apa adanya. Kami terbuka untuk investor yang dari Tiongkok.

Saya rasa itu dari saya.
Terima kasih.

Sambutan Terbaru