Pertemuan dengan Pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia dan Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia, 13 Juni 2019, di Istana Merdeka, Provinsi DKI Jakarta

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 13 Juni 2019
Kategori: Pengantar
Dibaca: 1.579 Kali

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat pagi,
Salam sejahtera bagi kita semuanya.

Pertama-tama, saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua APINDO, Ketua HIPPINDO, beserta seluruh jajaran pengurus yang hadir pada pagi hari ini. Dan karena masih dalam suasana Lebaran, sekali lagi saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin.

Yang kedua, kita juga patut bersyukur bahwa pemilu telah selesai dan tahapan demokrasi berjalan dengan baik, lancar, aman. Meskipun ini masih ada proses di MK, tapi yang ingin saya tekankan kita tetap harus bekerja keras untuk perbaikan-perbaikan ekonomi di negara kita.

Kemarin saya telah mendapatkan masukan-masukan yang banyak dari HIPMI maupun KADIN. Dan hari ini saya ingin juga mendapatkan masukan dari APINDO, dari HIPPINDO. Tetapi saya ingin masukan-masukan ini yang lebih konkret, nyata, dan cepat bisa dilaksanakan sehingga bisa memberikan sebuah efek ekonomi yang baik pada negara kita.

Dan, saya omong apa adanya karena saya sudah enggak ada beban apa-apa, tolong gunakan kesempatan ini sehingga terobosan-terobosan yang ingin kita lakukan itu betul-betul sebuah terobosan yang memberikan efek tendangan yang kuat bagi ekonomi kita. Baik dari sisi regulasi, mungkin revisi undang-undang, mungkin kalau diperlukan mengeluarkan perppu misalnya, ya kalau itu memang diperlukan sekali dan memang karena posisinya sangat penting dan diperlukan ya akan kita keluarkan. Sehingga benar-benar kenapa pada pertemuan sehabis Lebaran ini yang kami undang adalah swasta terlebih dahulu, dunia usaha terlebih dahulu, karena memang kita ingin lima tahun ke depan ini menjadi sebuah prioritas dunia usaha. Sehingga jangan sampai lah kita ini investasi dan ekspor ya kalah dengan Singapura, ya kalah dengan sudah lama ya kita kalah dengan Malaysia, kalah dengan Thailand, kalah dengan Filipina, terakhir kita kalah lagi dengan Vietnam. Jangan sampai, saya sering saya sampaikan di mana-mana, kalah nanti dengan Kamboja, kalah dengan Laos, enggaklah.

Kita ini negara besar yang memiliki kekuatan sumber daya alam, memiliki kekuatan sumber daya manusia yang saya kira ini menjadi sebuah modal besar ke depan. Tetapi kita juga sudah bertahun-tahun enggak bisa menyelesaikan yang namanya defisit neraca perdagangan, defisit transaksi berjalan yang saya kira ini sebetulnya sesuatu yang kalau kita bisa bekerja sama dengan baik, pemerintah dan dunia usaha, ini juga bukan barang yang sulit sebetulnya. Tetapi memang ada regulasi, ada undang-undang, beberapa undang-undang yang memang harus kita revisi.

Saya rasa itu mungkin sebagai pengantar yang bisa saya sampaikan. Saya persilakan dari APINDO, dari HIPPINDO kalau ada hal-hal yang ingin disampaikan.

Pengantar Terbaru