Pertemuan Presiden Jokowi Dengan Ketua Umum Parpol Diundur Setelah Tanggal 9

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 5 November 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 29.319 Kali
Seskab Pramono Anung didampingi Waseskab Bistok Simbolon menjawab wartawan, di kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/11)

Seskab Pramono Anung didampingi Waseskab Bistok Simbolon menjawab wartawan, di kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/11)

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menegaskan, kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Lampung pada akhir pekan ini sama sekali tidak terkait dengan rencana pertemuannya  dengan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, meskipun Ketua Umum PAN itu sendiri berasal dari Lampung.

“Yang jelas rencana pertemuan Presiden dengan para ketua umum yang seharusnya kemarin malam akan diundur sampai dengan Presiden kembali dari daerah setelah tanggal 9 November,” kata Mas Pram, panggilan akrab Pramono Anung kepada wartawan di kantor Presiden, Jakarta, Kamis (5/11) sore.

Mengenai siapa saja yang akan diundang dalam pertemuan Presiden Jokowi dengan para Ketua Umum Parpol, Seskab menyebutkan, yang jelas yang pertama yang diundang adalah para Ketua Umum partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH).

“Nah KIH ini tanyakan saja pada Ibu Megawati, Pak Surya Paloh, Pak Wiranto, Pak Romi, kemudian Mas Muhaimin,” ujar Mas Pram.

Adapun terkait rencana pertemuan dengan Zulkifli Hasan, Pramono mengatakan, bahwa pertemuan itu dalam domain pertemuan dengan ketua-ketua umum partai politik.

“Yang dibahas apa Pak pertemuan dengan Ketua Umum Parpol itu?  “Oh nanti setelah tanggal 9, ya kan udah lama ngga silaturahmi,” jawab Pramono.

Seskab juga mengaku tidak tahu saat ditanya wartawan apakah pertemuan Presiden Jokowi dengan para ketua umum Parpol itu membicarakan masalah perombakan kabinet atau  reshuffle.

Sedangkan tempat pertemuan, menurut Pramono, ada di suatu tempat. Ia tidak menjawab langsung apakah pertemuan itu akan digelar di lingkungan Istana Kepresidenan.

Seskab Pramono Anung menganggap pertemuan Presiden Jokowi dengan para ketua umum Parpol sebagai hal yang rutin saja, meskipun memang selama ini tidak pernah dilakukan secara terbuka karena pemerintah memang berpikir  pada waktu itu untuk tidak dibuka. Tetapi, lanjut Pramono, pertemuan semacam itu juga kadang-kadang perlu dibuka.

“Kalau permintaan wartawan, saya sampaikan ke Presiden bahwa wartawan minta dibuka,” kata Mas Pram dengan nada bercanda.

Ketika kembali didesak wartawan mengenai materi yang dibicarakan dalam pertemuan Presiden Jokowi dengan para ketua umum partai politik, Seskab Pramono mengatakan, intinya ia tidak mau mendahului Presiden. (DND/UN/DNS/ES)

Berita Terbaru