Pesan Seskab Pada Penerima Beasiswa LPDP: Bangun Jejaring, Hasilkan Inovasi

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 3 Agustus 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 23.919 Kali
Seskab Andi Widjajanto memberikan pembekalan kepada penerima beasiswa LPDP, di Wisma Hijau, Depok, Senin (3/8)

Seskab Andi Widjajanto memberikan pembekalan kepada penerima beasiswa LPDP, di Wisma Hijau, Depok, Senin (3/8)

Sekretaris Kabinet (Seskab) Andi Widjajanto meminta para mahasiswa Indonesia yang melanjutkan pendidikan tinggi ke luar negeri dengan fasilitas Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) agar mampu membangun jejaring, dan menghasilkan inovasi untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Seskab menjelaskan, ke depannya dunia akan dikendalikan oleh bangsa yang bisa memikirkan inovasi-inovasi baru. Siapa yang bisa memikirkan 5 (lima) tahun ke depan ini, mereka yang berhasil.

“Eranya smart. Saya tekankan, smart work bukan hard work,” kata Seskab Andi Widjajanto kepada 128 mahasiswa Strata Dua (S2) dan Strata Tiga (S3), di Wisma Hijau, Depok, Jawa Barat, Senin (3/8) siang.

Menurut Seskab, masa pertumbuhan ekonomi yang didorong komoditas sudah selesai. Ekspor batubara ,minyak, gas sudah selesai. Bahan-bahan jadi seperti sepatu, elektronik , baju,  sudah selesai eranya. Ia menyebutkan, ke depannya dunia akan dikendalikan oleh bangsa yang bisa memikirkan inovasi-inovasi baru.

Menurut pemantauan sebagian besar lembaga kajian ekonomi dunia, lanjut Seskab, pada 3 (tiga) tahun ke depan, Indonesia yang saat ini berada di posisi 17 secara ekonomi akan menjadi 10 besar. Bahkan,  nantinya bisa menjadi posisi ke 6 (enam) atau 7 (tujuh) di dunia, nomor 1 (satu) di Asia Tenggara, nomor  4 (empat) di Asia setelah Tiongkok, India, dan Jepang.

“Ini sesuatu lompatan yang luar biasa untuk Indonesia,” kata Andi seraya menyebutkan, syaratnya adalah bila bisa mengembangkan inovasi.

Jejaring Dan Inovasi

Untuk itu, Seskab Andi Widjajanto mendorong para mahasiswa penerima beasiswa LPDP yang akan belajar di perguruan-perguruan tinggi terkemuka di luar negeri  untuk membangun jejaring, baik dengan teman-teman sesama mahasiswa di perguruan tinggi, maupun dengan diaspora Indonesia.

“Usahakan ketemu mereka. Silahkan untuk berinteraksi, silahkan hubungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Kalian harus berjejaring. Jejaring itu bisa dimunculkan,” tutur Andi.

Seskab juga mengingatkan para mahasiswa, bahwa mereka harus mempunyai inovasi, dan bagaimana mereka bisa menyerap inovasi secepat mungkin untuk  Indonesia.

“Itu yang harus teman-teman kejar untuk Indonesia. Saya harapkan teman-teman betul-betul menjadi humasnya kita di pemerintah,” tutur Andi.

Jika ingin mengetahui kebijakan pemerintah di tanah air, Seskab menyarankan para mahasiswa yang akan melanjutkan pendidikan tinggi di luar negeri itu untuk mengikuti perkembangan dari website www.setkab.go.id atau akun twitter Setkab.

Menurut Seskab, pengetahuan mengenai apa yang terjadi di tanah air penting bagi para mahasiswa di luar negeri, karena jika ada masalah mereka bisa mempengaruhi kepercayaan internasional kepada Indonesia.

“Teman-teman diharapkan bisa membantu mensosialisasikan kebijakan  pemerintah,” pesan Andi seraya berpesan kepada para mahasiswa untuk kembali dan berkarya di Indonesia.

Menutup ceramahnya, Seskab Andi Widjajanto mengutip kata-kata rektornya Anthony Headen, bahwa semua masalah di dunia abad 21 akan disimbolkan dengan 1 (satu) kata yaitu kompleks. Tidak ada yang berdiri sendiri. Dimensinya akan kompleks. Masalahnya akan berdimensi kompleks. Solusinya bukan lagi komprehensif. Kompleksitas bisa diatasi oleh diferensiasi.

“Saya mempersilahkan teman-teman merenungkan. Masing-masing bidang harus tahu diferensiasi.
Lompatan teknologi akan lebih cepat dari yang kita bayangkan.  Jadi harus siap. Teknologi akan membawa perubahan untuk peradaban secara keseluruhan. Teknologi yang akan menentukan peradaban akan menjadi seperti apa,” pungkas Setkab.

(DID/GUN/ES)

 

Berita Terbaru