Pidato Pengantar Presiden Joko Widodo pada Rapat Terbatas Masalah Percepatan Pembangunan Destinasi Wisata Nasional Borobudur, 29 Januari 2016

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 1 Februari 2016
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 6.530 Kali
Assalammualaikum warohmatulahi wabarokatuh.
Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara sekalian.

Sore hari ini, kita akan rapat terbatas membicarakan masalah percepatan pembangunan destinasi wisata nasional Borobudur. Sebagai mahakarya budaya dunia, sebagai warisan pusaka dunia yang sudah mendapatkan pengakuan dunia internasional sebagai sebuah situs warisan budaya, Borobudur harus terus dilestarikan dan sekarang menjadi destinasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar Candi Borobudur. Data yang saya terima 2014 jumlah wisatawan mancanegara yang mengunjungi Borobudur berjumlah sekitar 250.000 orang dan wisatawan nusantara sebanyak kurang lebih 2,2 juta.

Saya melihat potensi pasarnya masih sangat terbuka terutama yang berasal dari Malaysia, Taiwan, Singapura, Jepang, Amerika, Inggris, Hong Kong, Belanda, Jerman, Brunei dan jangan dilupakan juga dari China. Untuk itu, saya minta pengembangan Borobudur ini harus betul-betul dipersiapkan dengan baik, terintegrasi antar kementerian, dengan provinsi baik yang berkaitan dengan aksesibilitas juga terintegrasi dengan kawasan wisata yang lain: Borobudur, Prambanan, ada Sangiran yang ini juga semuanya sudah warisan budaya.Menurut saya, apa yang sudah dilakukan Menteri Pariwisata sekarang membangun country branding-nya sudah ketemu dan kita bisa meloncat. Saya kira kalau memang sudah direncanakan nantinya positioning-nya diferensiasinya, kemudian dibangun brand product-nya, brand value-nya dan kemasan-kemasan yang lain sehingga dalam me-marketing-i, dalam memasarkan, ini akan akan lebih memudahkan.
Saya berharap agar persiapan ini dipersiapkan fasilitas dan pelayanan yang standarnya internasional. Saya sudah sampaikan, saya kira nggak sekali dua kali, ini masa twilight, minimal standar bintang 4. Meskipun itu untuk umum tapi bintang 4, tapi  juga dijaga, dirawat, harian harus dikontrol. Standar-standar itu yang kita inginkan.
Kemudian juga atraksi seni budaya dengan koreografi yang baik, koreografernya, ada kuratornya, sehingga yang dilihat di sini adalah tidak hanya Borobudur tetapi juga atraksi seni budayanya juga bisa dimunculkan. Tadi saya tanya, setahun sudah ada tapi baru sekali. Yang saya minta, setiap minggu harus ada. Saya kira kalau diurut kabupaten se-Jawa Tengah dan DIY sudah lebih dari cukup, kalau mau melebar Indonesia lebih banyak lagi produk-produk atraksi yang bisa kita munculkan.
Kemudian yang terakhir adalah masalah pengelolaan. Ini memang harus diperjelas lagi manajemennya seperti apa, saya juga belum mendengar. Tapi saya sayup-sayup mendengar bahwa di sini ada 4 manajemen yang terlibat. Nah, kalau kapal nahkodanya 4, ini biasanya memutuskannya bingung. Ini yang sekarang harus kita putuskan, juga masalah yang berkaitan dengan zonasi dan lain-lainnya. 

Saya ingin sore hari ini sudah ada keputusan kemudian direncanakan dan segera dilaksanakan di lapangan sehingga betul-betul ada sebuah perubahan dan saya harapkan juga jumlah wisata melonjak, bukan bertambah tapi melonjak naik.

 

Saya kira itu yang bisa saya sampaikan.

Transkrip Pidato Terbaru