Pidato Pengantar Presiden Joko Widodo pada Rapat Terbatas Tentang Pemberantasan Narkoba Dan Rehabilitasi Korban Penyalahgunaan Narkoba, di Kantor Presiden, 24 Februari 2016 Pukul 14.00 WIB

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 24 Februari 2016
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 7.708 Kali
Logo-Pidato2Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sore hari ini Rapat Terbatas akan dibahas mengenai pemberantasan narkoba dan rehabilitasi korban narkoba. Saya ingin agar ada langkah-langkah pemberantasan narkoba yang lebih gencar lagi, yang lebih berani lagi,  yang lebih gila lagi, yang lebih komprehensif lagi, dan dilakukan secara terpadu.

Dan pada kesempatan ini saya ingin agar semua kementerian/lembaga menghilangkan egosektoral. Semuanya keroyok ramai-ramai karena ini menurut saya adalah rangking pertama masalah kita, masalah besar kita.

Semua harus bersinergi bergerak bersama-sama. Mulai dari BNN, Polri, TNI, Kementerian Hukum HAM, Bea Cukai, Kominfo, Kementerian Pendidikan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial semuanya harus betul-betul melakukan langkah yang terpadu.

Betul-betul nyatakan betul, bukan hanya menyatakan perang terhadap narkoba dan jaringan pengedar narkoba tetapi juga penegakan hukum itu harus lebih keras lagi, lebih tegas lagi pada jaringan-jaringan yang terlibat. Karena sudah, narkoba ini sudah merasuk kemana-mana.

Dan juga tutup semua celah semua penyelundupan yang berkaitan dengan narkoba, di pintu-pintu masuk, baik di pelabuhan maupun bandara, maupun di pelabuhan-pelabuhan kecil yang ada di negara kita.

Menggencarkan kembali kampanye kreatif mengenai bahaya narkoba juga sangat penting.

Kemudian ini yang juga sangat penting, yang kira saya sudah saya sampaikan kepada Kepala BNN bahwa pengawasan yang sangat ketat terhadap lapas, terutama lapas narkoba itu betul-betuk harus dilakukan. Secara rutin saya kira mungkin bisa sebulan dua kali, sebulan sekali lapas itu harus dicek secara mendadak, baik oleh BNN, dengan Polri  dan di-backup oleh TNI. Karena menurut saya peredaran di situ mungkin lebih, mungkin lebih dari 50 persen dari peredaran yang ada.

Kemudian rehabilitasi korban pecandu, ini harus berjalan efektif sehingga rantai penyalahgunaan narkoba ini betul-betul bisa terputus.

Itu saya kira sebagai pengantar yang bisa saya sampaikan. Silakan yang pertama dari Kepala BNN.

(Humas Setkab)

Transkrip Pidato Terbaru