Pidato Penutupan Presiden Joko Widodo Pada KTT Asia Afrika 2015, Jakarta Convention Center, Jakarta, 23 April 2015

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 23 April 2015
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 32.422 Kali

LogiAssalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam Sejahtera untuk Kita Semua,

Yang Mulia Para Pemimpin  Negara-Negara Asia-Afrika,

Yang Terhormat Para Ketua Delegasi,

Ibu dan Bapak sekalian yang saya hormati.

Akhirnya kita telah mencapai ujung dari pertemuan kita. Sungguh merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi saya dapat berada di tengah-tengah Anda sekalian dalam Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika untuk memperingati 60 tahun Konferensi Asia Afrika serta 10 tahun peringatan Kemitraan Strategis Baru Asia-Afrika.

Selama dua hari ini, kita telah bekerja keras dan sepenuh hati menyusun langkah nyata guna memperkuat dan memajukan tatanan dunia yang lebih damai dan adil dengan merumuskan tiga dokumen penting: Pesan Bandung, Deklarasi Penguatan Kemitraan Strategis Baru Asia-Afrika, serta Deklarasi mengenai Palestina.

Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih untuk semangat dan komitmen Yang Mulia, serta semua pihak yang telah terlibat dalam perumusan hasil dan penyelenggaraan pertemuan ini.

Yang Mulia,

Ibu dan Bapak sekalian,

Konferensi yang telah kita jalani ini merupakan forum antarpemerintahan terbesar di dunia di luar PBB, yang dihadiri oleh negara-negara Asia, Afrika, dan beberapa negara observer. Suara yang disampaikan dalam konferensi ini adalah suara kebangkitan bangsa-bangsa Asia-Afrika. Oleh sebab itu suara dan keputusan kita tidak dapat diabaikan begitu saja oleh siapa pun warga dunia.

Dalam konferensi ini, kita telah bersepakat melakukan kontekstualisasi tiga gagasan inti perjuangan Selatan-Selatan, yaitu kesejahteraan, solidaritas, dan stabilitas negara-negara Asia-Afrika.

Kita juga telah membahas usulan pembentukan jejaring pusat penjagaan perdamaian di kedua kawasan. Jejaring semacam ini diharapkan dapat memfasilitasi kerja sama peningkatan kapasitas para personil penjaga perdamaian dari Asia dan Afrika, yang merupakan 87 persen dari keseluruhan pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Kita juga sudah bersepakat mengenai pentingnya peningkatan perdagangan dan investasi sebagai mesin pendorong perekonomian. Dalam kaitan ini, kita akan berupaya mendorong terciptanya sistem perdagangan multilateral yang adil, pro-pembangunan, inklusif dan berkontribusi pada pertumbuhan, investasi, lapangan pekerjaan dan pembangunan berkesinambungan.

Kita menyadari pentingnya sektor maritim dan arti strategis Samudra Hindia dalam menjembatani pembangunan ekonomi di Asia dan Afrika. Oleh sebab itu, kerjasama maritim menjadi salah satu pilar utama Kemitraan Strategis Baru Asia-Afrika.

Saya akan bekerja dengan anda semua untuk memastikan bahwa Kemitraan Strategis kita benar-benar terwujud. Saya juga akan bekerja dengan anda semua demi kemakmuran, keadilan, dan ketenteraman seluruh warga bangsa Asia-Afrika.

Yang Mulia,

Ibu dan Bapak sekalian,

Sekali lagi saya mengucapkan terimakasih atas kehadiran, kerja keras, ketulusan, dan pencerahan yang telah Anda sekalian berikan. Semua itu demi martabat dan kejayaan Selatan-Selatan yang selalu memegang teguh perikemanusiaan dan perdamaian abadi.

Dengan seruan “Bersatu kita teguh bagi solidaritas bangsa-bangsa Asia-Afrika”, Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika 2015, saya nyatakan ditutup.

Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

 

Jakarta, 23 April 2015

Presiden Republik Indonesia

 

Joko Widodo

Transkrip Pidato Terbaru