Pidato Presiden Joko Widodo Pada Groundbreaking 6 Pembangkit Mobile Power Plant Regional Sumatera, di PLTU Air Anyir, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung, 1 Juni 2016

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 2 Juni 2016
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 10.640 Kali

Logo-Pidato2Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yang saya hormati para Menteri Kabinet Kerja,
Yang saya hormati Provinsi Gubernur Bangka Belitung beserta Bupati dan Wali Kota yang hadir,
Yang saya hormati Direktur PLN beserta seluruh jajaran direksi dan keluarga besar PT PLN,
Hadirin tamu undangan yang berbahagia.

Tahun yang lalu, saat saya kesini ketemu masyarakat, saya tanya keluhan apa yang ingin disampaikan. Hampir semuanya menyampaikan, “Pak Presiden listriknya byarpet”. Tanya yang lain, “Pak listriknya byarpet”. Kemudian nginep di hotel, hotelnya juga ngomong, “Pak listriknya byarpet”.  Lho dimana-mana kok byarpet semuanya. Sehingga saat itu juga saya memerintahkan kepada Bu Menteri BUMN, kepada Dirut PLN agar Bangka Belitung diberikan prioritas, segera diselesaikan.

Tapi Bapak, Ibu, Saudara-saudara harus tahu, yang namanya bangun listrik, membangun pembangkit listrik ini makan waktu yang lama. Kalau untuk  pembangkit listrik menggunakan batu bara itu bisa 4 – 5 tahun, betul Pak Dirut? Lama sekali. Tapi kalau yang memakai, seperti yang kita pakai ini, yang Mobile Power Plant (MPP) yang pakai gas ini bisa selesai 6 bulan selesai. Sehingga yang di sini, yang sudah selesai ini 30MW. Kemudian ini sedang dilaksanakan uji coba. Kemudian nanti akhir September tambah lagi 25 yang akan diselesaikan. Artinya, pada tahun ini kurang lebih 50 – 60 megawatt sudah bisa menerangi di Bangka Belitung. Ini tambahan yang tidak sedikit, tambahan banyak, bukan tambahan sedikit, ini tambahan banyak.

Kemudian yang juga  dibangun di sini, masih dalam proses berapa Pak Dirut? 100, 100 megawatt yang kita harapkan selesainya 3 tahun, selesainya 3 tahun.  Tapi sudah ada yang sekarang ini yang kurang lebih 50 ini saya kira sudah mencukupi, tetapi karena industri, hotel di sini juga berkembang, rakyat juga harus semuanya memerlukan listrik paling tidak sudah diantisipasi sekarang. Jangan nanti saya datang ke sini masih ada byarpet, byarpet, byarpet, suara yang saya dengar byarpet, byarpet terus. Tidak mau saya seperti itu, semuanya harus diantisipasi. Sebelum kejadian harus sudah dihitung sekarang, sebelum kejadian harus dikalkulasi sekarang. Tidak bisa lagi kita byarpet baru pontang-panting, enggak bisa lagi.

Sehingga saya sampaikan bahwa yang 35.000 megawatt di seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke itu harus dengan cara apapun harus dikejar. Kalau tidak akan kejadian seperti di  Bangka Belitung ini dan di provinsi-provinsi yang lain. Sama, kalau saya datang pasti keluhannya itu. Saya yakin bahwa ini akan insya Allah akan semuanya akan terkejar karena apapun ini sudah kita rencanakan dengan baik. Dan dari laporan yang saya terima sampai akhir tahun yang lalu, yang sudah tanda tangan PPA itu ada 17.300 megawatt. Kemudian yang groundbreaking ada kurang lebih 8.000 megawatt. Ini progress-nya jelas, ada tanda tangan, ada dimulai groundbreaking prosesnya.

Dan akan saya ikuti. Saya pastikan akan saya ikuti proses ini karena saya tidak mau lagi nanti 2018-2019 masih ada yang, saya ke bawah masih ada yang, “Pak listriknya byarpet, Pak listriknya”. Tidak! Harus semuanya terselesaikan karena memang kita ingin tunjukan bahwa kita ingin bekerja keras untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada di masyarakat, masalah-masalah yang ada di provinsi, di kabupaten, dan di kota.

Hari ini kita akan melakukan groundbreaking 6 Mobile Power Plant, yaitu yang pertama di Nias 1×25 megawatt, kemudian di Riau di Balai Pungut 3×25 megawatt, kemudian di Paya Pasir 3×25 megawatt, kemudian yang di Bangka yang di Air Anyir 3×25, di Belitung 1×25, dan di Tarahan 4×25.

Saya ingin mengingatkan bahwa tidak boleh lagi ada ramai-ramai dimulai, dimulai, dimulai groundbreaking dan kemudian setelah itu tidak ada pergerakan apa-apa. Saya pastikan saya akan ikuti proses dan akan saya cek di lapangan terus-menerus agar proses ini betul-betul selesai. Rakyat juga harus pantau. Kalau janjinya Pak Dirut tadi September, ingat September, kalau ndak telepon saya. Terus Pak Gub, saya tinggal ngejar Bu Menteri, tinggal ngejar Pak Dirut PLN, gampang sudah. Kalau toh tidak seperti itu, nanti groundbreaking kita enggak dipikir, kita enggak mengikuti, santai-santai, selesainya tahun depan. Ndak. Janji Pak Dirut, September ya? Sudah, deal!

Dan dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, sore hari ini saya nyatakan pembangunan 6 Mobile Power Plant di Sumatera semuanya dimulai.

Terima kasih.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

(Humas Setkab)              

Transkrip Pidato Terbaru