Pidato Presiden Jokowi Pada Pelantikan Lulusan IPDN Angkatan XXII, di Kampus IPDN, Jatinangor, Sumedang, Jabar, 15 Juni 2015

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 15 Juni 2015
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 15.652 Kali

Logo PidatoBismillahirrahmanirrahim, Assalamualaikum wr. wb.

Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semuanya.

Om Swastiasu.

Namo budaya.

Yang saya hormati pimpinan dan anggota lembaga negara,

Yang saya hormati para menteri kabinet kerja,

Yang saya hormati rektor institut pemerintahan dalam negeri dan seluruh undangan yang hadir berbahagia.

Pertama-tama atas nama pemerintah saya ucapkan selamat kepada Praja lulusan IPDN angkatan XXll tahun 2015. Sekali lagi selamat kepada praja lulusan IPDN angkatan XXll tahun 2015. Pelantikan ini mengakhiri masa pendidikan pamong praja dan sekaligus menandai awal dari karya, menandai awal dari pengabdian panjang pamong praja sebagai aparatur untuk berbakti kepada masyarakat, berbakti kepada bangsa, berbakti kepada negara.

Hadirin sekalian dan seluruh pamong praja muda, saya menaruh harapan kepada pamong praja sebagai aparatur negara, harus menjadi pelopor dan jiwa bangsa. Bapak bangsa kita Bung Karno pernah mengatakan sesungguhnya bahwa membangun suatu negara, membantu ekonomi, membangun tehnik, membangun pertahanan adalah pertama-tama dan tahap utamanya adalah membangun jiwa bangsa. Bukankah demikian tentu saja keahlian perlu, namun keahlian saja tanpa dilandasi jiwa yang besar tidak akan mencapai tujuan. Ini adalah sebab mutlak diperlukannya nations and caracter building.

Apa yang disampaikan Bung Karno adalah sesuatu yang maha penting bahwa membangun suatu negara bukan semata-mata pembangunan fisik yang sifatnya material namun yang lebih penting sesungguhnya membangun jiwa bangsa. Bahkan keberlangsungan hidup suatu bangsa ditentukan oleh kemampuan menjaga jiwa bangsa.

Hadirin sekalian seluruh pamong praja muda yang saya cintai, revolusi karakter mental untuk membangun jiwa bangsa tidak akan berhasil jika tidak didukung oleh dua hal pokok. Pertama dan terutama memerlukan komitmen dan keteladan para pemimpin seluruh apatatur negara. Aparatur negara harus bisa ini contoh dari perubahan dan pembangunan karakter bangsa dan masyarakat. Kedua revolusi karakter mental harus bisa menjadi sebuah kolektif rakyat yang melibatkan partisipasi seluruh rakyat. Rakyat harus menjadi bagian dalam revolusi karakter mental bangsa.

Dan akhirnya, mari kita gunakan momen hari ini untuk memperbahurui kembali komitmen bersama untuk mewujudkan pamong praja yang mau mencintai rakyat, pamong praja yang mau bekerja bergotong royong bersama-sama rakyat, pamong praja yang mau melayani rakyat dan bukan dilayani rakyat.

Akhir kata sekali lagi untuk seluruh pamong praja muda selamat bekerja untuk masyarakat untuk bangsa dan untuk negara.

Wasalamualikum wr.wb., semoga tuhan memberkati.

Om Shanti, Shanti, Shanti Om.

(Humas Setkab)

Transkrip Pidato Terbaru