Pidato Presiden RI Joko Widodo Pada KTT ke-25 ASEAN di Nay Pyi Taw, Myanmar, 12 November 2014

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 13 November 2014
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 38.786 Kali

Yang mulia U Thein Sein, Presiden Myanmar, Ketua ASEAN.
Yang Mulia Para Kepala Negara dan Pemerintahan Negara Anggota ASEAN.
Yang saya hormati Sekretaris Jenderal Le Luong Minh.

Yang Mulia, Izinkan saya menyampaikan terima kasih kepada presiden U Thein Sein dan rakyat Myanmar atas sambutan hangatnya kepada saya dan delegasi Indonesia.

Dalam KTT ASEAN ke 25 ini, yang merupakan KTT ASEAN pertama buat saya, saya ingin menegaskan kembali komitmen pemerintah Indonesia untuk memajukan kerjasama ASEAN.
Bagi Indonesia, ASEAN adalah wadah membangun kerjasama yang bermanfaat bagi rakyat kita, bagi pembangunan di negara-negara kita, bagi perdamaian dan stabilitas di kawasan kita. Inilah cita-cita yang termuat dalam piagam ASEAN.

Saudara ketua, Indonesia tetap berkoitmen untuk mewujudkan masyarakat ASEAN 2015, dengan tiga pilarnya. Untuk mewujudkan masyarakat ekonomi ASEAN, diperlukan peningkatan pertumbuhan ekonomi di negara-negara ASEAN. Indonesia ingin mencapai target pertumbuhan ekonomi 7% di tahun-tahun mendatang.

Indonesia tidak akan membiarkan dirinya menjadi pasar semata. Indonesia harus juga menjadi bagian penting dari rantai produksi regional dan global (regional and global production chain). Untuk itu, ASEAN harus bekerjasama mengatasi tiga hal utama.

Pertama, mempercepat pembangunan infrastruktur dan konektivitas di negara-negara ASEAN, antar negara ASEAN, antara ASEAN dengan negara-negara mitra, melalui percepatan implementasi Masterplan on ASEAN Connectivity.

Kedua, meningkatkan kerjasama investasi, industri dan manufaktur yang lebih erat diantara negara-negara ASEAN. Indonesia dibawah pemerintahan saya terbuka untuk bisnis., terbuka untuk bisnis. Namun, Indonesia, seperti negara berdaulat manapun, harus memastikan kepentingan nasionalnya tidak dirugikan. Kita hars menjunjung tinggi prinsip resiprokal, saling menghormati, saling menguntungkan, dan persaingan secara adil, dalam bekerjasama.

Ketiga, meningkatkan perdagangan intra-ASEAN yang saat ini masih cukup rendah, yakni 24,2 persen. Dalam lima tahun kedepan, saya berharap nilai perdagangan intra-ASEAN setidaknya bisa mencapai 35-40 persen. Kita juga harus meningkatkan PDB ASEAN dua kali lipat, dari US$ 2,2 triliun menjadi US$ 4,4 triliun pada tahun 2030, dan mengurangi separuh angka kemiskinan di kawasan pada tahun 2030 dari 18,6 % menjadi 9,3%.

Saudara Ketua, Masyarakat Politik dan Keamanan ASEAN hanya bisa diwujudkan apabila kita menghormati kedaulatan masing-masing, menyelesaikan masalah dengan cara-cara damai, dan bersatu dalam menjaga otonomi strategis kawasan kita
Indonesia berkeyakinan, kemakmuran dan perdamaian di kawasan akan ditentukan oleh bagaimana kita bekerjasama dalam mengelola samudera.

Indonesia berharap agar sumber-sumber konflik di laut –seperti pencurian ikan, pelanggaran wilayah, penyelundupan dan sengketa wilayah– dapat diatasi melalui kerjasama yang sungguh-sungguh.

Kita harus memastikan bahwa laut menyatukan, bukan memisahkan kita. Kerjasama membangun konektivitas dan infrastruktur maritime harus menjadi fokus kita kedepan.

Khusus untuk Laut Tiongkok Selatan, Indonesia menyerukan semua pihak untuk menahan diri, menjalankan Declaration of Conduct (DoC), dan mempercepat kesepakatan Code of Conduct (CoC).

Di bidang sosial-budaya, ASEAN harus memperkuat komitmen melindungi hak-hak warga negara kita. Indonesia berkepentingan terhadap Pemajuan dan Perlindungan Hak Pekerja Migran, mendorong pertukaran wisatawan, pelajar, dan kerjasama budaya yang lebih erat.

Saudara Ketua, Sebagai aktor internasional, ASEAN juga memiliki kewajiban global. Oleh karena itu, kita harus memastikan lingkungan strategis kita di Asia Timur, yang menjadi pusat gravitasi dunia, tetap damai dan stabil, sehingga kondusif bagi kemakmuran bersama.

ASEAN harus ikut serta dalam menanggulangi masalah-masalah global yang mengancam umat manusia, seperti penyakit menular, perubahan iklim, perdagangan manusia, dan bencana alam
Agar bisa efektif, ASEAN masih menghadapi sejumlah persoalan. ASEAN perlu memperkuat kapasitas-nya, membangun kredibilitas-nya, dan mempererat persatuannya. Tanpa kapasitas, kredibilitas dan persatuan, mustahil ASEAN mempertahankan sentralitas-nya. Ketiga elemen ini hendaknya menjadi dasar bagi langkah kita dalam membawa ASEAN ke era pasca 2015.

Dalam hal ini, rakyat harus mendapat manfaat dari kerjasama ini, dan menjadi tujuan dari kerjasama ASEAN.

Saudara ketua, Terakhir saya menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada Myanmar atas keberhasilannya dalam memimpin ASEAN. Saya yakin, keketuaan Malaysia tahun depan, akan mengkonsolidasikan keberhasilan selama ini.

Terima kasih.

Transkrip Pidato Terbaru