Pidato Presiden RI pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim Perubahan Iklim (WCAS) COP28, di Dubai, Persatuan Emirat Arab, 1 Desember 2023

Oleh Humas     Dipublikasikan pada 2 Desember 2023
Kategori: Sambutan
Dibaca: 527 Kali

Pidato Presiden Joko Widodo pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim (WCAS) COP28, 1 Desember 2023

Yang Mulia Syeikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan;
Yang Mulia para pemimpin.

Posisi Indonesia sudah jelas, membangun Indonesia yang resilient, prosperous, sustainable and inclusive economy. Kami ingin bekerja keras mencapai net zero emission di tahun 2060 atau lebih awal, sekaligus menikmati pertumbuhan ekonomi yang tinggi, kemiskinan dan ketimpangan yang terus diturunkan secara signifikan, serta lapangan kerja yang terus tercipta. Saya yakin banyak negara berkembang mempunyai posisi yang sama dengan Indonesia. Tetapi, agenda ini tidak bisa dilakukan oleh masing-masing negara. Perlu kerja sama yang kolaboratif dan inklusif berupa aksi-aksi nyata untuk menghasilkan karya-karya nyata. Itulah yang harus kita capai di COP28.

Yang mulia,
Dengan segala keterbatasan, Indonesia terus menurunkan emisi karbon. Antara tahun 2020 [hingga] tahun 2022, Indonesia berhasil menurunkan emisi karbon sebesar 42 persen dibandingkan dengan perencanaan business as usual tahun 2015. Kami juga bekerja keras untuk memperbaiki pengelolaan forest and other land use (FOLU), serta mempercepat transisi energi menuju energi baru terbarukan.

Dalam hal pengelolaan FOLU, Indonesia terus menjaga dan memperluas hutan mangrove serta merehabilitasi hutan dan lahan. Deforestasi juga berhasil diturunkan pada titik terendah dalam 20 tahun terakhir. Pembangunan persemaian juga kita lakukan dalam skala besar dengan kapasitas total sekitar 75 juta bibit per tahun juga sudah mulai efektif berproduksi.

Dalam hal transisi energi, kami menempuh Indonesian way of just energy transition toward 2030, mempercepat pengembangan energi baru terbarukan, serta menurunkan penggunaan batu bara. Pengembangan energi baru terbarukan, terutama energi surya, air, angin, panas bumi, dan arus laut, serta pengembangan biodiesel, bioetanol, dan bioavtur juga semakin meluas. Saya baru saja meresmikan Cirata Floating Solar Power Plan, terbesar di Asia Tenggara, menghasilkan 192 MWp hasil kerja sama Indonesia dengan Uni Emirat Arab.

Yang Mulia,
Semua upaya tersebut membutuhkan yang besar. Negara-negara yang sedang berkembang tidak mungkin mampu melakukannya sendiri. Indonesia butuh investasi lebih dari satu triliun US Dollar untuk net zero emission 2060. Indonesia mengundang kolaborasi dari mitra bilateral, investasi swasta, dukungan filantropi, dan dukungan negara-negara sahabat. Kami juga telah mempunyai platform pembiayaan inovatif yang kredibel, bursa karbon, mekanisme transisi energi, sukuk dan obligasi hijau, pengelolaan dana lingkungan hidup dari result based payment. Bank-bank pembangunan dunia mdps, harus meningkatkan kapasitas pendanaan transisi energi dengan bunga rendah. Target Paris Agreement dan net zero emission hanya bisa dicapai jika kita bisa menuntaskan masalah pendanaan transisi energi ini. Dari situlah masalah dunia bisa diselesaikan.

Terima kasih.

Sambutan Terbaru