Pidato Puncak KAA, Presiden Jokowi Ajak Negara Asia Afrika Bahu-Membahu Kerjasama Ekonomi

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 24 April 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 58.666 Kali
Presiden Jokowi menyampaikan Pidato Puncak Peringatan KAA ke-60, di Gedung Merdeka, Bandung, Jumat (24/4)

Presiden Jokowi menyampaikan Pidato Puncak Peringatan KAA ke-60, di Gedung Merdeka, Bandung, Jumat (24/4)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, jika 60 tahun lalu hanya beberapa negara Asia Afrika yang merdeka, dimana India, Pakistan, Srilangka, Myanmar, Indonesia, dan lain-lain masih berupa cita-cita.  Kini meskipun memiliki semangat yang sama, yaitu kemakmuran dan kemerdekaan, namun tantangan yang dihadapi 91 negara-negara Asia Afrika berbeda.

Presiden menyadari, bahwa cita-cita itu harus diraih melalui kerja sama, harus bermitra secara sejajar dengan negara lain. “Sekali lagi, kerja sama secara sejajar dengan sahabat-sahabat dari negara-negara lain,” ujarnya.

Sebagai Presiden Indonesia yang memimpin lebih dari 250 juta penduduk, Jokowi mengemukakan, Indonesia belum terbebas dari kemiskinan,  masih tertinggal dibandingkan negara-negara maju. Permasalahan yang sama, lanjut Presiden Jokowi, juga dihadapi negara-negara Asia dan Afrika.

Karena itu, Presiden Jokowi menyerukan untuk menggelorakan kembali semangat Bandung. “Mari kita lanjutkan perjuangan para pemimpin kita 60 tahun yang lalu. Kita harus meningkatkan saling pengertian dan mewujudkan perdamaian dunia. Segala bentuk kekerasan harus dihentikan,” seru Presiden Jokowi pada puncak Peringatan Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika (KAA) ke-60, di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Bandung, Jumat (24/4) pagi.

Presiden Jokowi mengajak para pemimpin negara-negara Asia Afrika bahu membahu meningkatkan kemakmuran rakyat melalui kerja sama ekonomi dan perdagangan. “Kita harus bahu membahu supaya bangsa kita sejajar dengan bangsa-bangsa maju di belahan dunia yang lain. Saya berharap semangat Konferensi Asia Afrika akan terus kita perjuangkan secara bersama-sama dan di masing-masing negara kita,” tegasnya.

Setelah pidato Presiden Jokowi acara dilanjutkan dengan pidato sejumlah pemimpin negara di antaranya Presiden Zimbabwe Robert Gabriel Mugabe dan PM Malaysia Najib Razak. Selanjutnya, acara Puncak Peringatan KAA ke-60 itu diisi dengan penandatangan Pesan Bandung yang dilakukan oleh Presiden Jokowi, Presiden RRT Xi Jinping, dan Raja Swaziland, Maswati III.

Puncak Peringatan KAA ke-60 itu dihadiri oleh para kepala negara atau pemerintahan Asia-Afrika antara lain Raja Swaziland Maswati III, Presiden Timor Leste Taur Matan Ruak, Presiden Zimbabwe Robert Gabriel Mugabe, Presiden Presidium Majelis Tertinggi Rakyat Korea Utara Kim Yong Nam. Selain itu, PM Nepal Sushil Koirala, PM Kamboja Hun Sen, PM Rwanda Anastase Murekezi, PM Malaysia Najib Razak, dan Presiden Tiongkok Xi Jinping. (Humas Setkab/ES)

 

Berita Terbaru