Pidato Tertulis Presiden Joko Widodo yang Dibacakan Oleh Menko Polhukam Pada Puncak Peringatan Hari Anti Korupsi Internasional, di Gedung Sabuga, Bandung, 10 Desember 2015

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 10 Desember 2015
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 17.999 Kali

Logo-PidatoBismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua.

Yang saya hormati Pimpinan Lembaga Negara,
Pimpinan KPK,
Para Menteri Kabinet Kerja,
Hadirin sekalian yg saya muliakan.

Kita melawan korupsi bukan hanya karena korupsi merugikan keuangan negara, tapi kita memberantas korupsi  karena korupsi merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan, korupsi terbukti telah memiskinkan warga dunia,  korupsi terbukti membawa ketidakadilan, ketimpangan, dan keterbelakangan, korupsi terbukti telah menjauhkan bangsa-bangaa di dunia dari kemakmuran bersama.  Itulah sebabnya korupsi menjadi musuh bersama kita semua, musuh bersama warga dunia,  serta musuh semua bangsa-bangsa.

Korupsi dimanapun di dunia, termasuk di Indonesia, berkembang, berevolusi,  sampai pada tahap dimana korupsi itu dilakukan secara sistematis dan bahkan sudah berjejaring. Karena sudah masuk sampai fase berjejaring maka untuk melawan korupsi bagi saya hanya perlu keberanian untuk menjalankan dua langkah aksi pencegahan yang betul-betul nyata serta tindakan penegakan hukum yang betul-betul tegas. Tindakan pencegahan tidak kalah pentingnya dengan penegakan hukum.  Kita perlu membangun sistem dan tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi.  Karena sistem yang baik itu akan efektif untuk mencegah peluang terjadinya korupsi.

Untuk itu, pemerintah melakukan langkah percepatan reformasi birokrasi termasuk di dalamnya reformasi pelayanan publik dan perizinan. Mekanisme kerja birokrasi harus diarahkan ke pemerintahan elektronik atau e-government mulai dari cashflow management system, pajak onlinee-budgeting, e-purchasing system, e-catalogue,  pemanfaatan whistle blowing system,  serta banyak lagi yang lain. Banyak pekerjaan birokrasi yang bisa dilakukan jauh lebih efisien dengan menggunakan teknologi birokrasi. Kata kuncinya adalah membangun e-government untuk meningkatkan pelayanan publik dan memperkuat transparansi dan akuntabilitas.

Hadirin sekalian yang saya hormati,
Untuk mencegah dan memerangi korupsi memerlukan langkah-langkah komprehensif. Kata kuncinya adalah partisipasi rakyat untuk terlibat dalam melawan korupsi. Kata kuncinya adalah kerja sama bahu-membahu antar lembaga-lembaga penegak hukum. Kata kuncinya adalah sinergi antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Kata kuncinya adalah keteladanan para pemimpin, pemegang kekuasaan dari pusat sampai daerah untuk berdiri di depan membangun kepemimpinan yang bebas korupsi.

Pada kesempatan ini saya mengajak semua elemen bangsa agar mengukuhkan semangat bersama kita, yaitu Indonesia yang bebas dari korupsi. Semangat bersama itu tidak akan terwujud apabila kita tidak bersatu melawan korupsi. Tanpa sinergi antar lembaga negara untuk melawan korupsi, yang senang adalah para koruptor. Semakin agenda pemberantasan korupsi kita terhambat yang menikmati adalah para koruptor. Semakin kita terjebak hanya dalam wacana tanpa aksi nyata yang tertawa-tawa adalah koruptor. Padahal tantangan kedepan kita  sangat berat,  kita sedang memasuki era baru,  era kompetisi-kompetisi antar negara.  Kita akan tidak mampu bersaing dengan bangsa lain, atau bahkan digulung oleh bangsa lain jika kita tidak efisien, jika perilaku koruptif berlangsung secara masif dan sistematik. Jelas korupsi akhirnya akan menghambat visi kompetisi ini, menghambat kita berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Saudara-saudara sekalian, peringatan hari antikorupsi sedunia hari ini mengingatkan kita bahwa korupsi hanya bisa dilawan bila dilakukan secara bersama-sama. Korupsi tidak akan bisa dilawan oleh satu orang atau satu lembaga saja. Harus ada usaha kolektif dan partisipasi dari 250 juta rakyat Indonesia untuk bersama-sama melawan korupsi mulai dari lingkungan terdekatnya. Kita juga mengajak seluruh rakyat dunia untuk melawan kejahatan kemanusiaan ini. Saya percaya ketika semua elemen-elemen bangsa dilibatkan secara aktif, akan lahir ide-ide kreatif, akan lahir keberanian, akan lahir ketegasan untuk memberantas korupsi di tanah air. Sekali lagi saya tegaskan bahwa pemerintah akan mendukung semua langkah dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Akhir kata, kita tidak boleh gagal untuk melawan korupsi, karena bangsa ini akan menjadi bangsa yang besar jika kita bebas dari korupsi.

Terima kasih.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

(Humas Setkab)

Transkrip Pidato Terbaru