Pilkada Ada di 107 Daerah, Presiden Jokowi: Kenapa Energi Konsentrasi Kita Habis Hanya di Jakarta?

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 13 November 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 19.844 Kali
Presiden Jokowi saat hadir dalam acara Silaturahim Peserta Rapimnas PAN, di Hotel Bidakara, Jakarta, Minggu (13/11) siang. (Foto: BPMI/Setpres)

Presiden Jokowi saat hadir dalam acara Silaturahim Peserta Rapimnas PAN, di Hotel Bidakara, Jakarta, Minggu (13/11) siang. (Foto: BPMI/Setpres)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, bahwa pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2017 digelar di 101 daerah, yaitu: 7 Provinsi, 76 Kabupaten, dan 18 Kota. Namun, Presiden mempertanyakan mengapa konsentrasi kita habis hanya untuk Jakarta.

“Jadi kenapa energi konsentrasi kita habis hanya di Jakarta? Apa kalkulasinya?,” kata Presiden Jokowi dengan nada bertanya saat hadir dalam acara Silaturahim Peserta Rapimnas Partai Amanat Nasional (PAN), di Hotel Bidakara, Jakarta, Minggu (13/11) siang.


Presiden menegaskan, daerah-daerah lainnya tersebut dinilai juga membutuhkan pengawasan pelaksanaan Pilkada yang sama besar dengan Ibu Kota.

Serahkan Proses Hukum

Terkait masalah Pilkada di DKI Jakarta, Presiden Jokowi menegaskan kalau ada masalah yang berkaitan dengan hukum ya sudah, serahkan kepada proses hukum

Ditegaskan Presiden, bahwa dirinya tidak akan sekalipun mengintervensi sebuah proses hukum di Indonesia yang sedang berjalan.

“Kalau saya disuruh mengintervensi, ya tidak mau. Begitu sekali saya mengintervensi sebuah proses hukum, yang lain-lain pasti akan datang kepada saya,” tegas Presiden.

Meski demikian, Presiden Joko Widodo tetap menjamin bahwa proses hukum yang kini sedang berlangsung tersebut akan dilakukan secara cepat, tegas, dan transparan.

Selain itu, di tengah perbedaan pandangan yang ada, dirinya juga mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga persaudaraan dan persatuan bangsa Indonesia.

“Jangan sampai kita menjadi terpecah belah. Kebersamaan kita sebagai bangsa menjadi rusak, tidak utuh, gara-gara persoalan yang itu sudah diproses dalam wilayah hukum,” ujarnya.

Presiden Joko Widodo juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia adalah contoh terbaik dari persatuan yang terjalin dalam keragaman. Karena telah berkali-kali disampaikan dirinya dalam sejumlah kesempatan bahwa keragaman sesungguhnya merupakan kekuatan utama bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi persaingan.

“Tunjukkan di depan forum internasional bahwa Indonesia, dengan penduduk muslim terbesar, Islam dan demokrasi bisa berjalan dengan baik. Saya ingatkan bahwa kita memang sangat beragam,” ajak presiden.

Tampak mendampingi Presiden Jokowi pada Rapimnas Partai Amanat Nasional itu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan, dan Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional Sutrisno Bachir. (BPMI Setpres/ES)

Berita Terbaru