Pimpin Ratas, Presiden Jokowi: Kalau Bisa LRT Terintegrasi Dengan Pesawat, Kereta Api, dan Bus

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 8 Juni 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 27.841 Kali
Presiden Jokowi menerima laporan dari Seskab Pramono Anung sebelum rapat terbatas, di kantor presiden, Jakarta, Rabu (8/6) siang. (Foto: Rahmat/Humas)

Presiden Jokowi menerima laporan dari Seskab Pramono Anung sebelum Rapat Terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (8/6) siang. (Foto: Humas/Rahmat)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, yang menjadi fokus dalam pembangunan infrastruktur transportasi, terutama di kota-kota besar, yang pertama ada konektivitas, yang kedua integrasi  antar moda antar transportasi, dan yang ketiga modernisasi. Karena itu, penentuan trase nantinya harus bisa menggabungkan, mengintegrasikan antar moda-moda transportasi yang sudah ada.

Presiden Jokowi menjelaskan, yang dimaksud konektivitas adalah konektivitas antar daerah, antar wilayah bisa terhubung dan mendorong pergerakan ekonomi bisa lebih efisien, menurunkan biaya-biaya logistik, biaya-biaya transportasi sehingga daya saing kita menjadi lebih baik.

Adapun yang berkaitan dengan integrasi antar moda transportasi, Presiden Jokowi menegaskan, ini penting sekali. “Kalau bisa sambung antara pesawat, dengan kereta api, dengan LRT (Light Rail Transit), dengan MRT (Mass Rapid Transport) misalnya di Jakarta, dengan bus, dengan pelabuhan itu akan sangat lebih baik. Tapi saya kira ini juga sudah di dalam perencanaannya saya pastikan ini sudah… sudah di masukkan,” kata Presiden Jokowi dalam pengantarnya saat memimpin Rapat Terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (8/6) siang.

Kemudian yang berkaitan dengan modernisasi sarana dan prasarana transportasi, menurut Presiden Jokowi, kita memang harus membangun bandara, pelabuhan, stasiun yang semakin modern dengan kapasitas sesuai yang diinginkan oleh masyarakat, baik pengguna maupun rakyat yang menggunakan.

“Baik yang berkaitan dengan terminal, dermaga, dengan runway, yang harus diperlebar harus diperpanjang, modernisasi ini menyangkut semuanya, baik yang berkaitan dengan kereta api, dengan bus, dengan kapal laut demi kenyamanan dan keamanan penumpang,” jelas Presiden.

Harus Putus
Sebelumnya saat mengawali pengantarnya pada Rapat Terbatas itu, Presiden Jokowi mengatakan, ini adalah sudah rapat yang keenam, yang membahas mengenai LRT di Palembang, Bandung, dan Jabodetabek.

“Ini sudah bolak-balik rapat ini seperti ini, nggak bener. Tapi ya karena masih ada hal yang perlu diputuskan, oke ini terakhir rapat,” tegas Presiden Jokowi.

Rapat Terbatas itu dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menhub Ignasius Jonan, Menkumham Yasonna Laoly, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, dan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin serta Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. (FID/ES)

Berita Terbaru