Pimpin Ratas, Presiden Jokowi Optimistis Kejayaan Timah Indonesia Akan Kembali

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 25 Juni 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 26.987 Kali
Presiden Jokowi didampingi Wapres Jusuf Kalla memimpin ratas tentang timah, di kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis (25/6) sore

Presiden Jokowi didampingi Wapres Jusuf Kalla memimpin ratas tentang timah, di kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis (25/6) sore

Setelah seharian  melihat di lapangan, di Bangka Belitung, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan rasa optimisnya kejayaan timah Indonesia sebagai komoditas andalan di pasar dunia akan kembali.

“Kita kembalikan lagi dengan catatan-catatan,” kata Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas tentang timah, di kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis (25/6) sore.

Diakui Presiden Jokowi, Memang sekarang ini komoditas timah harganya memang baru turun karena melimpahnya stok dan juga karena maraknya ekspor timah illegal. Termasuk, kata Presiden, banyak sekali yang berasal dari Kepulauan Bangka Belitung.

“Oleh sebab itu, pada hari ini akan kita selesaikan hal-hal yang berkaitan dengan masalah itu,” ujar Jokowi.

Kalau kita lihat di lapangan, lanjut Presiden Jokowi, melihat dari atas ada penambangan yang di laut. Di darat juga terlihat ada penambangan, terutama tambang rakyat.

Karena itu, Presiden menilai hal ini hanya masalah manajemen, baik oleh gubernur maupun oleh PT. Timah dan semua perusahaan-perusahaan swasta yang bisa ikut mengelola, ikut membina, ikut menjadi inti dari plasma-plasma tambang rakyat itu.

“Kalau ini kita bisa selesaikan, dan utamanya yang berkaitan dengan illegal mining, saya kira tadi di depan yang saya sampaikan bahwa kejayaan timah Indonesia sebagai komoditas andalan di pasar dunia, pada saat harga nanti sudah membaik lagi, saya kira bisa kita ambil,” tutur Jokowi.

Rapat terbatas tentang timah itu dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Perindustrian Saleh Husin, Menteri ESDM Sudirman Said, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Kepala Staf Presiden Luhut B. Pandjaitan, Seskab Andi Widjajanto, dan Kepala BKPM Franky Sibarani. (GUN/DNS/ES)

 

Berita Terbaru