Pimpin Ratas Soal ‘Dwelling Time’, Presiden Jokowi: Jangan Main-main Dengan Efisiensi

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 22 Desember 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 61.312 Kali
Presiden Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla saat akan memimpin ratas tentang dwelling time, di kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/12)

Presiden Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla saat akan memimpin ratas tentang dwelling time, di kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/12)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, di kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/12) sore,  memimpin rapat terbatas (ratas) yang membaha masalah waktu bongkar muat atau dwelling time di pelabuhan.

Dalam pengantarnya Presiden Jokowi mengaku ingin mendapatkan laporan dari Menteri Koordinator Bidang Maritim, dan menteri-menteri yang terkait dengan langkah-langkah yang sudah diambil untuk menekan dwelling time.  “Saya ingin melihat perubahan-perubahan yang konkret,” tegasnya.

Menurut Presiden, dirinya juga telah dan terus memonitor masalah dwelling time itu lewat Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP),  yang ia terjunkan ke lapangan dan hasilnya telah ia dapatkan.

“Sekali lagi kita tidak bisa main-main lagi dengan yang namanya efisiensi, dengan namanya dwelling time, karena apapun kita telah memasuki era kompetisi, era persaingan antar negara yang memerlukan kecepatan, memerlukan efisiensi untuk meningkatkan competitiveness, meningkatkan daya saing ekonomi kita. Begitu kita lambat, kita tidak efisien, kita akan ditinggal oleh negara-negara yang lain,” kata Presiden Jokowi.

Presiden meminta agar  terus dilakukan pembenahan-pembenahan dalam tahapan custom clearence maupun post custom clearence. Termasuk di antaranya, lanjut Presiden, pembenahan jalur dan pemeriksaan fisik mengatasi penumpukan-penumpukan kontainer yang melewati batas waktu.

Selain itu Presiden Jokowi juga mengingatkan mengenai hal yang berkaitan dengan akses menuju ke pelabuhan, baik lewat jalan raya maupun kereta api. “Kita harapkan semuanya bisa kita atasi secepat-cepatnya,” ujarnya.

Tampak hadir dalam rapat terbatas itu antara lain Menko Polhukam Luhut B. Pandjaitan, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perindustrian Saleh Husin, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Menhub Ignasius Jonan, dan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. (DND/FID/DNS/OJI/ES)

Berita Terbaru