PM Swedia Puji Keberhasilan Reformasi Demokrasi Indonesia

Oleh Alfurkon Setiawan
Dipublikasikan pada 14 November 2012
Kategori: Apresiasi RI
Dibaca: 9.448 Kali

swedishPerdana Menteri (Swedia) Fredrik Reinfeld memuji keberhasilan Indonesia dalam bidang transformasi demokrasi dan reformasi politik, serta pembangunan ekonomi. Pujian tersebut disampaikan PM Fredrik Reinfeld saat melakukan kunjungan kenegaraan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (14/11).

Dalam pertemuan bilateral, kedua Kepala Pemerintahan membahas sejumlah agenda hubungan bilateral mencakup investasi, perdagangan, dan lingkungan, termasuk sektor pendidikan, pariwisata dan kesehatan.

“Ternyata masih ada ruang bagi Swedia untuk berinvestasi di Indonesia,  peluangnya besar karena pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6,4 persen di saat dunia mengalami krisis. Kami mempersilahkan Swedia untuk memilih peluang ekonomi apa yang disenangi oleh mitra-mitra kami dari Swedia,” kata Presiden SBY dalam konperensi pers seusai pertemuan bilateral kedua negara.

Apapun bentuk kerjasama antara Swedia dan Indonesia, lanjut Kepala Negara, tujuannya untuk kepentingan rakyat bukan Negara atau pemerintah. “Yang kita lakukan sekarang ini kerjasama dengan delapan kota di Indonesia untuk membangun kota yang ramah lingkungan misalnya. Kemudian kerjasama d bidang pendidikan, mahasiswa kita belajar disana, ada link antar universitas di Indonesia dengan di Swedia, kemudian kerjasama untuk menjaga kelestarian lingkungan termasuk bandara yang ramah lingkungan itu tentunya langsung dirasakan oleh masyarakat kita,” urai SBY.

Ditegaskan Presiden, kalau investor dari Swedia dengan partner lokalnya bekerjasama dan itu juga akan menciptakan lapangan pekerjaan, itu juga menjadi sangat penting bagi masyarakat kita. “Yang kita kerjasamakan terus terang untuk masyarakat baik bagi Indonesia maupun untuk Swedia secara tidak langsung juga untuk mereka, jadi kita akan pastikan bahwa kerjasama ini ke depan langsung diarahkan apa yang bisa dirasakan untuk rakyat kita,” tukas SBY.

Sementara PM Fredrik Reinfeld menyebutkan sejumlah peluang yang diminati antara lain dalam transportasi ,  infrastruktur, kereta api, mobil mewah, dan  pengaturan lalu-lintas.

“Kita melihat banyak sekali peluang bisnis, dan kita merasa bahwa pengetahuan dan industri Swedia memilki posisi yang sangat baik di Indonesia, untuk memenuhi  kebutuhan pasar di Indonesia,” kata PM Fredrik Reinfeld.

Kunjungan Bersejarah

Sebelumnya saat menerima PM Fredrik Reinfeld,  Presiden SBY menyambut baik kunjungan tersebut, dan berjanji akan melakukan kerjasama dalam meningkatkan hubungan kedua negara.

Presiden SBY memuji komitmen Swedia yang kuat dalam bidang Hak Azasi Manusia (HAM) dan demokrasi, reformasi ekonomi, pelestarian lingkungan, dan juga dalam sektor perubahan iklim.

“Sebagai sesama negara demokrasi dan anggota forum internasional yang aktif, kedua negara bertekad bersama-sama dalam menghadapi  tantangan  global,” kata SBY.

Sementara PM Fredrik Reinfeld mengakui keberhasilan Indonesia dalam bidang transformasi demokrasi dan reformasi politik, serta pembangunan ekonomi. Selain itu, pujian disampaikan atas peran aktif dan inisiatif Indonesia dalam menciptakan perdamaian dan kerjasama khususnya di kawasan Asia Tenggara, juga dunia, serta peran Presiden SBY dalam menyelesaikan masalah-masalah perubahan iklim.

Kunjungan PM Swedia Fredrik Reinfeld ke Indonesia ini merupakan kunjungan bersejarah, karena baru  pertama kalinya dilakukan kepala pemerintahan  kerajaan itu sejak 1952.

Awal tahun 2012 Indonesia kedatangan Raja Swedia Carl XVI Gustav, namun dalam kapasitasnya sebagai Ketua World Scout Foundation untuk memenuhi undangan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Presiden SBY menilai pertemuan bilateral antara delegasi RI dan Delegasi Swedia berlangsung produktif, dengan semangat, komitmen dan rencana meningkatkan kerjasama dan kemitraan di masa depan.

Delegasi Swedia Terdiri atas Menteri Perdagangan Ewa Bjorling, yang memimpin delegasi bisnis, Sekretaris urusan hubungan luar negeri dan Uni Eropa pada Kantor PM Katarina Areskoug Mascarenhas, Duta Besar Swedia untuk Indonesia Ewa Polano dan sejumlah pejabat Dirjen Asia Pasifik Kemlu, Dubes Swedia untuk Indonesia, Biro Pers Kerajaan Swedia.

Sementara Presiden SBY antara lain didampingi oleh Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa,  dan Sekretaris Kabinet Dipo Alam.(WID/KK/Kun/ES)

Apresiasi RI Terbaru