Potensinya Masih Sangat Terbuka, Presiden Jokowi Minta Pengembangan Borobudur Harus Dipersiapkan

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 29 Januari 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 30.366 Kali
Presiden Jokowi memimpin rapat terbatas di Magelang, Jawa Tengah (29/1). (Foto:Humas/Agung)

Presiden Jokowi memimpin rapat terbatas di Magelang, Jawa Tengah (29/1). (Foto:Humas/Agung)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, sebagai  mahakarya budaya dunia, sebagai warisan pusaka dunia yang sudah mendapatkan pengakuan internasional sebagai sebuah situs warisan budaya, Candi Borobudur harus terus dilestarikan. Terlebih lagi sekarang menjadi destinasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar Candi Borobudur.

Berdasarkan data yang diterimanya tahun 2014, menurut Presiden Jokowi,  jumlah wisatawan mancanegara yang mengunjungi Candi Borobudur berjumlah sekitar 250.000 orang dan wisatawan Nusantara sebanyak kurang lebih 2,2 juta.

Dengan kondisi itu, Presiden menilai potensi pasar Candi Borobudur  masih sangat terbuka, terutama untuk wisatawan yang berasal dari Malaysia, Taiwan, Singapura, Jepang, Amerika, Inggris, Hong Kong, Belanda, Jerman, Brunei,dan juga dari Cina.

“Untuk itu, saya minta pengembangan Borobudur ini harus betul-betul dipersiapkan dengan baik, terintegrasi antar kementerian, dengan provinsi, baik yang berkaitan dengan aksesibilitas juga terintegrasi dengan kawasan wisata yang lain: Borobudur, Prambanan, ada Sangiran yang ini juga semuanya sudah warisan budaya,” kata Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada rapat terbatas tentang masalah percepatan pembangunan destinasi wisata nasional Borobudur di Hotel Manohara, kawasan Borobudur, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (29/1) sore.

Presiden menilai, apa yang sudah dilakukan Menteri Pariwisata sekarang membangun country branding-nya sudah ketemu dan kita bisa meloncat.

“Saya kira kalau memang sudah direncanakan nantinya positioning-nya diferensiasinya, kemudian dibangun brand product-nya, brand value-nya dan kemasan-kemasan yang lain sehingga dalam me-marketing-i, dalam memasarkan, ini akan akan lebih memudahkan,” tutur Presiden Jokowi.

Presiden berharap agar dipersiapkan fasilitas dan pelayanan yang standarnya internasional. Ia mengingatkan, ini masa twilight, minimal standar bintang 4. Meskipun itu untuk umum tapi bintang 4, tapi  juga dijaga, dirawat, harian harus dikontrol. “Standar-standar itu yang kita inginkan,” ujarnya.

Kemudian juga atraksi seni budaya dengan koreografi yang baik, menurut Presiden, koreografernya, ada kuratornya, sehingga yang dilihat di sini adalah tidak hanya Borobudur tetapi juga atraksi seni budayanya juga bisa dimunculkan.

“Tadi saya tanya, setahun sudah ada tapi baru sekali. Yang saya minta, setiap minggu harus ada. Saya kira kalau diurut kabupaten se-Jawa Tengah dan DIY sudah lebih dari cukup, kalau mau melebar Indonesia lebih banyak lagi produk-produk atraksi yang bisa kita munculkan,” papar Presiden.

Soal pengelolaan, Presiden Jokowi mengakui. memang harus diperjelas lagi manajemennya seperti apa. Menurut Presiden, sayup-sayup ia mendengar bahwa di sini ada 4 manajemen yang terlibat.

“Nah, kalau kapal nahkodanya 4, ini biasanya memutuskannya bingung. Ini yang sekarang harus kita putuskan, juga masalah yang berkaitan dengan zonasi dan lain-lainnya,” kata Presiden Jokowi.

Presiden berharap pada rapat terbatas itu sudah ada keputusan, kemudian direncanakan dan segera dilaksanakan di lapangan, sehingga betul-betul ada sebuah perubahan.

“Saya harapkan juga jumlah wisata melonjak, bukan bertambah tapi melonjak naik,” ucap Presiden Jokowi.

Meninjau

Sebelum memimpin rapat terbatas itu Presiden Jokowi terlebih dahulu meninjau kawasan Candi Borobudur.

Tampak mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu antara lain Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menkominfo Rudiantara, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepada Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

(SLN/ES)

Berita Terbaru