Presiden Prabowo Soroti Capaian Tahun Pertama Pemerintahan dalam Taklimat Awal Tahun

Oleh Humas     Dipublikasikan pada 6 Januari 2026
Kategori: Berita
Dibaca: 1.229 Kali

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Taklimat Awal Tahun kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, pada Selasa, 6 Januari 2026. (Foto: BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa capaian pemerintahan selama tahun pertama kepemimpinannya patut dibanggakan. Menurut Presiden, strategi transformasi bangsa yang ditawarkan kepada rakyat sejak masa pencalonan disusun secara tertulis, terukur, dan berbasis kajian jangka panjang.

“Apa yang kita telah capai, menurut saya sangat membanggakan. Kita maju ke hadapan rakyat dengan sesuatu strategi, strategi tertulis, strategi terukur, strategi melalui kajian puluhan tahun,” ujar Presiden saat memberikan Taklimat Awal Tahun kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, pada Selasa, 6 Januari 2026.

Presiden Prabowo menekankan bahwa esensi utama dari strategi tersebut adalah mewujudkan bangsa Indonesia yang mandiri dan berdiri di atas kekuatan sendiri. Dalam hal ini, swasembada pangan menjadi elemen utama yang tidak dapat ditawar.

“Bangsa Indonesia harus mandiri, bangsa Indonesia harus berdiri di atas kaki kita sendiri, dan di situ elemen utamanya adalah swasembada pangan. Tidak ada bangsa yang merdeka, bila mana bangsa itu tidak bisa menjamin makan untuk rakyatnya,” tegas Presiden.

Presiden Prabowo menjelaskan bahwa swasembada pangan tidak hanya berarti kecukupan beras, tetapi mencakup seluruh kebutuhan pangan, baik karbohidrat maupun protein. Selain pangan, Presiden juga menegaskan pentingnya swasembada energi sebagai dasar kemakmuran bangsa.

“Kalau kita tergantung dengan bangsa lain untuk energi kita, tidak mungkin kita makmur, tidak mungkin kita lepas dari kemiskinan,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo menilai bahwa dinamika global saat ini semakin membuktikan pentingnya strategi kemandirian tersebut. Kepala Negara menyinggung konflik di sejumlah negara pemasok pangan dunia serta pengalaman Indonesia saat pandemi Covid-19.

“Kita juga pernah mengalami Covid. Semua negara pengekspor makanan menutup. Kita tidak bisa impor walaupun kita punya uang,” ungkap Presiden.

Dalam taklimat tersebut, Presiden Prabowo turut menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras lebih cepat dari target awal yang ditetapkan selama empat tahun. Presiden juga menyampaikan bahwa cadangan beras pemerintah saat ini berada pada tingkat tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia.

“Hari ini cadangan beras kita di gudang pemerintah lebih dari 3 juta ton. Tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. Ini saya kira adalah akibat kerja keras semua unsur,” pungkas Presiden. (BPMI Setpres)

Berita Terbaru