Presiden Jacob Zuma: Indonesia dan Afsel Berbagi Ikatan Persahabatan Yang Sangat Kuat

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 8 Maret 2017
Kategori: Berita
Dibaca: 18.863 Kali

Presiden Jokowi dan Presiden Jacob Zuma memberikan keterangan pers bersama usai pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/3). (Foto: Humas/Jay)

Presiden Afrika Selatan (Afsel) Jacob Zuma mengatakan, Afrika Selatan dan Indonesia berbagi ikatan sejarah persahabatan yang sangat kuat, dimulai ketika tahun 1600-an saat nenek moyang orang Indonesia pertama kali menginjakkan kaki di Afsel.

Hubungan ini,  lanjut Zuma bertambah jauh lebih kuat dalam beberapa dekade, dimana Indonesia berperan penting dalam mendukung perjuangan Afrika Selatan untuk mencapai kebebasan dan keadilan.

Terkait pertemuannya dengan Presiden Jokoo Widodo (Jokowi), Presiden Afsel itu mengatakan, kedua kepala pemerintahan telah melakukan perbincangan yang sangat baik pagi ini,  dan dirinya sangat senang akan hal itu.

“Kami telah menyetujui untuk memperkuat kerja sama dalam bidang bisnis, perdagangan dan investasi, pertanian, dan pertahanan. Dan bekerja menghapuskan hambatan perdagangan di antara kedua negara,” kata Presiden Jacob Zuma dalam konferensi pers bersama Presiden Jokowi, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, (8/3) sore.

Menurut Presiden Afsel itu, dokumen Rencana Aksi 2017–2021 yang ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri kedua negara akan berperan sebagai panduan kerja sama bilateral di masa yang akan datang.

“Kami telah bersepakat untuk mempercepat hasil perundingan dari diskusi tadi oleh kedua negara,” ujar Zuma seraya menambahkan dirinya dan Presiden Jokowi juga telah menyepakati untuk bekerja sama mewujudkan aspirasi dari negara-negara anggota IORA (Indian Ocean Rim Asscosiation), yang telah bertemu minggu ini, di Jakarta.

Zuma mengucapkan selamat kepada Presiden Joko Widodo atas penyelenggaraan KTT IORA yang sangat baik dan kepemimpinan dalam IORA dan KTT IORA 2017. “Kami juga saling memperbaharui informasi tentang perkembangan di kawasan dan mengeksplorasi kemungkinan kerja sama di berbagai bidang,” ujarnya.

Ditambahkan Presiden Zuma, dirinya dan Presiden Jokowi telah bersepakat untuk melanjutkan pembicaraan untuk isu-isu multilateral yang menjadi perhatian bersama.

“Kami sepakat untuk saling berkonsultasi dan bekerja sama dalam United Nation (PBB) dan forum global lainnya yang diikuti oleh kedua negara,” kata Zuma seraya menambahkan, hal ini akan memastikan bahwa kedua pemimpin akan meneruskan demokrasi dan pemerintahan global yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Presiden Zuma juga mengundang Presiden Joko Widodo untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke Afrika Selatan, di waktu yang akan diputuskan bersama oleh kedua Menteri Luar Negeri masing-masing, sehingga hubungan kemitraan antara kedua negara bisa menjadi lebih dalam lagi. (DNA/JAY/ES)

Berita Terbaru