Presiden Jokowi Minta Semua Menteri Bekerja Lebih Cepat, Solid, Tidak Saling Menyalahkan

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 27 Juli 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 34.136 Kali
Presiden Jokowi memimpin sidang kabinet paripurna, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (27/7) sore. (Foto: Jay/Humas)

Presiden Jokowi memimpin Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (27/7) sore. (Foto: Humas/Jay)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan, semua menteri dan pimpinan lembaga bekerja lebih cepat lagi, bekerja lebih efektif, dan bekerja dalam tim yang solid, kompak, saling mendukung antara Kementerian dan Lembaga.

“Tidak ada lagi yang saling menyalahkan. Dan kalau ada yang kurang, ya ini kekurangan kita semuanya. Karena kita berada dalam satu tim kerja,” pesan Presiden Jokowi saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna perdana paska dilakukannya perombakan atau reshuffle kabinet, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (27/7) sore.

Presiden mengingatkan, bahwa tidak ada visi dan misi Menteri, yang ada hanyalah visi misi Presiden dan Wakil Presiden. Ia juga menegaskan, semua Kementerian/Lembaga harus satu garis lurus dengan visi misi tadi, dan seluruh kebijakan yang telah diambil baik dalam Rapat Paripurna maupun dalam rapat-rapat terbatas.

Dalam hal mengambil kebijakan yang berdampak luas terhadap rakyat, Presiden Jokowi menegaskan, harus dibicarakan dalam rapat kabinet baik Rapat Paripurna maupun Rapat Terbatas, yang didahului rapat di Kemenko masing-masing.

“Jangan sampai ada hal yang berkaitan dengan rakyat banyak, langsung dikeluarkan Peraturan Menteri atau Surat Edaran. Harus sekali lagi dibicarakan di dalam rapat, minimal di Rapat Terbatas,” tegas Presiden.

Presiden juga mengingatkan, pada rapat-rapat kabinet kalau sudah mengambil keputusan, artinya keputusan yang diambil dalam rapat-rapat kabinet, maka semuanya harus satu suara, dan memberikan dukungan penuh, menjalankan secara konsisten keputusan itu. “Tidak ada lagi yang berjalan sendiri-sendiri. Apalagi sudah keluar Perpres misalnya. Semuanya harus satu, hanya satu, memberikan dukungan secara penuh,” tegasnya.

Untuk masalah pembangunan yang sifatnya lintas sektor, Presiden memberikan arahan bahwa cara penyelesaiannya juga harus lintas sektor, dan dikoordinir oleh Kemenko. “Sehingga sekali lagi perkuat sinergi, bekerja dalam tim yang solid, bekerja dalam tim yang kompak, dan saling dukung-mendukung,” tuturnya.

Sidang Kabinet Paripurna itu dihadiri antara lain oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, para menteri koordinator, para menteri Kabinet Kerja, termasuk Kepala BIN Sutiyoso, Kepala BNPT Suhardi Alius, dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf.

Fokus Pangan

Sebelumnya pada awal arahannya Presiden Jokowi mengatakan, kalau infrastruktur itu sudah jalan, jalan terus. Yang berkaitan dengan kesehatan, ia juga di lapangan, selalu cek, misalnya masuk ke rumah sakit, yang kelas III datanya hampir 90% lebih, sudah pegang Kartu Indonesia Sehat semuanya. “Ini saya kira sangat bagus sekali. Dan saya kira juga tercermin dalam evaluasi kita. Bahwa ya rankingnya seperti itu,” ujarnya.

Permasalahan besar yang harus menjadi fokus kita pada tahapan berikut, menurut Presiden Jokowi, adalah yang pertama  pangan, yang berkaitan dengan harga-harga pangan, yang kedua pengurangan kesenjangan ekonomi, baik antara kaya dan miskin, dan juga kesenjangan pembangunan antar wilayah.

“Ini masalah penting sekali yang harus kita selesaikan. Dan juga yang berkaitan dengan kemiskinan dan pengangguran. Inilah saya kira apa, yang cepat, harus kita kejar,” ungkap Presiden. (RMI/ES)

 

Berita Terbaru