Presiden Jokowi Ajak Pedagang Pasar Aktif di Perdagangan Saham

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 2 Januari 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 174.287 Kali
Presiden Jokowi mengunjungi salah satu stand, seusai membuka perdagangan di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Jumat (2/1)

Presiden Jokowi mengunjungi salah satu stand, seusai membuka perdagangan di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Jumat (2/1)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Jumat (2/1) pagi membuka 2 (dua) perdagangan pada awal 2015, yaitu perdagangan rakyat di Pasar Tanah Abang, Jakarta, dan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Melalui fanpage facebooknya yang diunggahnya beberapa saat lalu, Presiden Jokowi menyampaikan pesan yang ingin disampaikannya dalam membuka perdagangan di Pasar Tanah Abang dan pasar modal di BEI itu.

“Pesannya jelas disini, harus ada korelasi yang kuat antara perputaran modal di pasar modal dengan geliat sektor riil,” kata Jokowi.

Presiden Jokowi mengemukakan, di  samping perdagangan saham dan obligasi, masyarakat perlu memperkuat perdagangan reksadana sehingga agar mampu mengakses instrumen investasi seperti reksadana.

Melalui fanpage facebooknya itu, Presiden Jokowi berharap hendaknya penawaran-penawaran saham dan obligasi yang baru dana-nya bisa digunakan sepenuhnya di sektor riil. “Jangan dana masuk dari masyarakat dari penawaran baru di pasar perdana dimasukkan kembali ke perputaran pasar sekunder sehingga terjadi penggelembungan harga saham,” tutur Jokowi.

Presiden juga mengharapkan agar pedagang-pedagang pasar juga aktif di perdagangan saham lewat online trading.

“Kita ciptakan kesadaran investasi di tengah masyarakat luas, sehingga kita tidak menjadi budak konsumerisme. Jadilah masyarakat yang berproduksi dan paham investasi yang sehat,” pesan Jokowi.

Ekonomi Membaik

Mengenai perekonomian nasional, Presiden Jokowi menyampaikan keyakinannya perekonomian Indonesia di 2015 akan semakin baik. Ia beralasan ruang fiskal APBN 2015 tersedia cukup besar hingga Rp 230 triliun dari pengalihan subsidi bahan bakar minyak (BBM), sehingga diharapkan akan memberikan dorongan pertumbuhan ekonomi yang baik.

“Kerja apapun harus dilandasi dengan optimisme. Dan kita melihat ruang fiskal APBN yang saya lihat baik. Ini akan memberikan dorongan pada pertumbuhan ekonomi 2015,” kata Presiden Jokowi saat membuka perdagangan rakyat di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (2/1) pagi.

Presiden meyakini, dorongan tersebut akan semakin positif dengan semakin besarnya alokasi untuk biaya pembangunan infrastruktur. Ia menyebutkan, pemerintah akan membangun jalur tranportasi kereta api rel ganda di luar Pulau Jawa dan pembangunan pelabuhan.

“Terutama didorong kegiatan pembangunan infrastruktur, pembangunan jalur ganda kereta api di luar Jawa, pembangunan pelabuhan, pembangkit listrik dan ini akan mendorong perekonomian di negara kita,” katanya.

Mendampingi Presiden Jokowi dalam kunjungan ke Pasar Tanah Abang dan pembukaan saham di BEI itu antara lain Menko Perekonomian Sofyan Jalil, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri Perdagangan Rahmat Gobel, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardoyo, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad, dan Kapolri Jendral Sutarman. (ES)

 

Berita Terbaru