Presiden Jokowi Akan Hadiri Forum Global Pengurangan Risiko Bencana di Bali

Oleh Humas     Dipublikasikan pada 25 Mei 2022
Kategori: Berita
Dibaca: 474 Kali

Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana dan Seskab Pramono Anung bertolak ke Bali, Rabu (25/05/2022). (Foto: BPMI Setpres/Kris)

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) beserta Ibu Iriana Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Bali, Rabu (25/05/2022). Dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1, Presiden dan rombongan lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, sekitar pukul 06.25 WIB.

Setibanya di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Kabupaten Badung, Bali, Presiden akan menuju Pasar Kreneng di Kota Denpasar. Di lokasi tersebut Presiden akan menyerahkan sejumlah bantuan sosial bagi masyarakat penerima manfaat dan para pedagang.

Setelah itu, Presiden akan menuju Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Kabupaten Badung, untuk menghadiri upacara pembukaan The 7th Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022. Presiden juga diagendakan untuk melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden Zambia W.K. Mutale Nalumango.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana dalam penerbangan menuju Bali.

GPDRR merupakan pertemuan multistakeholders terbesar yang dikelola oleh United Nations Office for Disaster Risk Reduction (UNDRR). Multistakeholders tersebut mulai dari pemerintah, non-governmental organization (NGO), akademisi, hingga kalangan pebisnis.

“Pertemuan GPDRR di Indonesia ini menjadi yang pertama kali dilakukan di Asia dengan mengusung tema “From Risk to Resilience‘, mengubah risiko menjadi ketahanan menuju sustainable goals untuk semua,” ujar Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi usai meninjau persiapan pertemuan GPDRR di BNDCC, Selasa (24/05/2022) sore.

Jumlah peserta GPDRR yang terdaftar mencapai 6.000 orang dari 183 negara. Pertemuan dilakukan secara hybrid dengan lebih dari 80 persen peserta akan hadir secara fisik di lokasi acara. Antusiasme ini menegaskan kembali posisi Indonesia sebagai aktor penting dalam agenda kebencanaan di kawasan Asia Tenggara, Asia-Pasifik, dan dunia. GPDRR menjadi momentum Indonesia melakukan soft diplomacy kepemimpinan dalam agenda kebencanaan dunia pascapandemi COVID-19.

“Ketuanrumahan GPDRR ini menunjukkan kepercayaan dunia atas kepemimpinan Indonesia sebagai champion issue kebencanaan. Kedua, pertemuan ini akan digunakan untuk exchange experience, best practice capacity building, dalam menangani bencana yang tidak terjadi hanya sekali, tetapi dari waktu ke waktu,” pungkas Retno. (BPMI SETPRES/PANITIA NASIONAL GPRDRR/UN)

Berita Terbaru