Presiden Jokowi: APBN Instrumen Fiskal Entaskan Kemiskinan dan Ciptakan Lapangan Kerja

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 30 September 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 38.883 Kali
Presiden Jokowi didampingi Wapres Jusuf Kalla memimpin rapat terbatas membahas "Jenis-jenis Belanja Dalam APBN", di kantor Presiden, Jakarta, Jumat (30/9) sore. (Foto: Rahmat/Humas)

Presiden Jokowi didampingi Wapres Jusuf Kalla memimpin Rapat Terbatas membahas “Jenis-jenis Belanja Dalam APBN”, di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (30/9) sore. (Foto: Humas/Rahmat)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus menjadi instrumen fiskal untuk pengentasan kemiskinan, pengurangan ketimpangan, penciptaan lapangan kerja, serta mendukung ruang gerak perekonomian kita.

Untuk itu, Presiden menegaskan, kebijakan belanja dalam APBN harus difokuskan pada peningkatan kualitas belanja yang produktif dan belanja yang prioritas. “Seperti mendorong pembangunan infrastruktur, memberikan perlindungan sosial, penguatan desentralisasi fiskal, dan juga subsidi tetapi yang tepat sasaran,” kata Presiden Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas mengenai “Jenis-Jenis Belanja dalam APBN”, di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (30/9) sore.

Menurut Presiden, kebijakan belanja APBN juga harus diarahkan pada peningkatan efisiensi dan penajaman belanja barang untuk meningkatkan ruang fiskal.

“Saya ingin nantinya setelah ini, hitung-hitungan berapa belanja modal yang akan saya patok, sehingga nanti pembagian ke bawahnya menjadi akan semakin jelas,” tutur Presiden.

Rapat Tterbatas itu dihadiri antara lain oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. (FID/ES)

 

 

Berita Terbaru