Presiden Jokowi dan PM Kanada Trudeau Sepakat Perangi Radikalisma dan Terorisme ?

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 15 November 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 27.561 Kali
Presiden Jokowi menerima kunjungan PM Kanada Justin Trudeau, di Hotel IC Santai, Antalya, Turki, Minggu (15/11) pagi

Presiden Jokowi menerima kunjungan PM Kanada Justin Trudeau, di Hotel IC Santai, Antalya, Turki, Minggu (15/11) pagi. (Foto: Intan/Setpres)

Mengawali kegiatannya di Antalya, Turki, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan kehormatan Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau di Hotel IC Santai, Minggu (15/11) pagi waktu setempat. Pertemuan ini merupakan pertemuan bilateral pertama bagi PM Trudeau yang baru saja terpilih.

“Selamat atas ?terpilihnya anda sebagai PM Kanada. Kami ingin membangun kerjasama yang lebih kuat lagi antara Indonesia – Kanada,” kata Presiden Jokowi mengawali pembicaraannya dengan PM Trudeau. Dalam pe?rtemuan ini, kedua Kepala Negara membahas upaya untuk meningkatkan kerja sama bilateral serta peningkatan kerja sama pada beberapa isu-isu global.

Siaran pers Tim Komunikasi Presiden, Ari Dwipayana, Minggu (15/11) siang menyebutkan, kedua pemimpin menyampaikan rasa duka terhadap serangan teror yang terjadi Paris.

“Presiden Jokowi dan PM Trudeau sepakat untuk memerangi radikalisme dan terorisme. Untuk itu kedua kepala pemerintahan itu akan meningkatkan kerja sama di bidang seperti hak asasi manusia, pengembangan demokrasi dan penguatan dialog antar agama,” kata Ari.

Di Bidang ekonomi, kedua pemimpin melihat bahwa kerja sama perdagangan dan investasi kedua negara terbuka lebar. Perdagangan antar kedua negara pada tahun 2014 baru mencapai 2.6 miliar dollar AS.

“Saya meminta agar Kanada dapat membuka pasarnya yang lebih lebar bagi produk Indonesia seperti karet, kertas, furniture, elektronik, alas kaki, kopi dan teh,” pinta Presiden Jokowi sebagaimana dikutip Ari Dwipayana.

Presiden Jokowi juga mendorong pengusaha Kanada untuk tingkatkan investasi di Indonesia khususnya  di sektor SDM, pertanian, sustainable technologies serta infrastruktur.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan berbagai paket kebijakan ekonomi untuk meningkatkan kondisi lebih kondusif bagi investor di Indonesia. “Saya  mengharapkan agar pengusaha Kanada dapat memanfaatkan peluang dan kondisi ini di Indonesia,” ucapnya.

Untuk isu-isu global, kedua pemimpin membahas upaya untuk meningkatkan kerja sama di bidang perubahan iklim dan pemberantasan kejahatan transnational. Presiden Jokowi juga menegaskan harapan Indonesia agar pertemuan COP-21 UNFCC di Paris dapat menghasilkan perjanjian internasional baru di bidang perubahan Iklim.

“Presiden Jokowi mendorong Kanada untuk meningkatkan komitmenya seperti yang telah dilakukan Indonesia untuk pengurangan emisi sebesar 29% pada 2030 dan 41% dengan bantuan internasional,” ungkap Ari.

Kedua pemimpin juga sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang energi efisiensi dan energi terbarukan serta pengelolaan lahan gambut.?

Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan ini, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. (EN/ES)

Berita Terbaru