Presiden Jokowi dan PM Turnbull Dorong Perjanjian Komprehensif RI-Australia Tuntas Akhir 2017

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 7 Juli 2017
Kategori: Berita
Dibaca: 15.846 Kali
image

Pertemuan Presiden Jokowi dan PM Turnbull di Hamburg, Jerman, Jumat (7/7) pagi waktu setempat. (Foto: Humas/Edi)

Pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull telah menyepakati komitmen untuk mendorong agar negosiasi perjanjian kerja sama komprehensif Indonesia-Australia atau Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA CEPA) benar-benar dapat diselesaikan pada tahun 2017.

“Kedua pemimpin tadi membahas bahwa negosiasi sudah dilakukan sampai 7 kali. Kedua pemimpin ini terus mendorong agar betul-betul negosiasi dapat diselesaikan pada akhir tahun 2017,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi kepada wartawan, di Hamburg, Jerman, Jumat (7/7) pagi waktu setempat.

Menlu yang bersama sejumlah menteri mendampingi Presiden Jokowi menerima delegasi Pemerintah Australia yang dipimpin PM Malcolm Turnbull menambahkan, ini adalah merupakan suatu kemitraan yang baru yang akan diluncurkan pada tahun depan oleh kedua negara.

“Intinya adalah untuk menunjukkan kedekatan dan juga hubungan yang semakin erat antara kedua negara,” terang Retno.

Kalau CEPA dapat diselesaikan tahun 2017, lanjut Menlu, maka di tahun 2018 kedua negara akan membutuhkan strategic partnership antara Indonesia dan Australia.

Karena itu, Perdana Menteri Turnbull juga mengundang Presiden Jokowi hadir pada ASEAN-Australia Summit pada Maret 2018.

“Jadi, insya Allah Presiden Jokowi menyampaikan kalau tidak berhalangan beliau akan hadir dalam ASEAN-Australia Summit tersebut,” terang Retno.

Kontraterorisme
Selain soal IA CEPA, menurut Menlu Retno Marsudi, Presiden Jokowi dan PM Turnbull juga membahas mengenai kerja sama kontraterorisme.

“Situasi di Marawi dibahas cukup panjang. Australia mengapresiasi peran aktif Indonesia di dalam membantu atau di dalam meningkatkan kerja sama dalam pemberantasan terorisme,” kata Retno.

Menurut Menlu, PM Turnbull juga mengamati hasil pertemuan bilateral yang inisiasi oleh Indonesia antara Indonesia, Malaysia, dan Filipina, dan menanyakan mengenai bagaimana hasil dari pertemuan tersebut.

“Jadi, tadi kita jelaskan mengenai hasil dari pertemuan trilateral tersebut,” terang Menlu seraya menambahkan, di samping itu antara Selandia Baru, Australia, Indonesia, Filipina, dan Brunei juga melakukan atau meningkatkan kerja sama untuk kontraterorisme ini.

“Jadi, pada level subkawasan kita akan melakukan kerja sama counter terrorism dan kerja sama tersebut akan dilakukan pada akhir bulan ini,” sambung Retno. (EN/AS/ES)

Berita Terbaru