Presiden Jokowi: Sampai Saat Ini Belum Diperoleh Kejelasan Posisi Pesawat AirAsia QZ8501

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 29 Desember 2014
Kategori: Berita
Dibaca: 22.787 Kali
Presiden Jokowi langsung meninjau Posko Pencarian AirAsia QZ8501 di kantor Basarnas, Jakarta, setibanya dari kunjungan kerja ke Papua, Senin (29/12) petang

Presiden Jokowi langsung meninjau Posko Pencarian AirAsia QZ8501 di kantor Basarnas, Jakarta, setibanya dari kunjungan kerja ke Papua, Senin (29/12) petang

Beberapa saat setelah mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12) petang, Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang baru tiba dari kunjungan kerjanya ke Papua, langsung menunju ke kantor Badan SAR Nasional (Basarnas), di Jl, Angkasa, Kemayoran, Jakarta.

Kedatangan Kepala Negara langsung disambut oleh Kepala Basarnas Marsdya TNI F Henry Bambang Sulistyo. Presiden langsung memperoleh update perkembangan pencarian pesawat AirAsia QZ8501 yang dinyatakan hilang kontak pada Minggu (28/12) sekitar pukul 06.18 WIB.

Presiden terlihat memberikan arahan kepada pihak-pihak terkait yang terlibat dalam pencarian pesawat nahas itu, dan melakukan pertemuan tertutup yang dihadiri oleh Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno, Mendagri Tjahjo Kumolo, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Andi Wijayanto, Kepala Bakamla DA Mamahit, dan Pangarmabar Laksamana Muda Widodo.

Belum Jelas

Dalam konperensi pers yang digelar seusai pertemuan tertutup, Presiden Jokowi mengemukakan, saat mendapat kabar tentang hilangnya kontak menara pengawas dengan pesawat AirAsia QZ8501, posisi dirinya saat itu berada di Wamena, di Papua.

“Saya sangat terkejut, dan saya merasakan kegelisahan dan kekhawatiran , kesedihan dari seluruh keluarga penumpang maupun awak pesawat, sebagaimana saya kira juga dirasakan oleh seluruh warga masyarakat Indonesia,” kata Jokowi.

Saat itu juga, menurut Presiden, ia telah memerintahkan kepada Kepala Basarnas untuk bergerak dan memimpin pencarian pesawat tersebut, yang didukug oleh seluruh jajaran di TNI, di Polri, di Kementerian Perhubungan, dan Maskapai, serta kementerian dan lembaga-lembaga yang terkait, termasuk di dalamnnya tentu saja masyarakat.

Presiden Jokowi mengaku juga telah memerintahkan kepada Wakil Presiden untuk memimpin langsung koordinasi pencarian pesawat tersebut.

“Namun, hingga saat ini kita harus menyampaikan apa adanya, belum memperoleh kejelasan mengenai posisi pesawat,” kata Presiden Jokowi.

Presiden memohon agar seluruh keluarga penumpang maupun awak pesawat diberikan ketabahan dan kesabaran. Presiden Jokowi juga meminta terus doa seluruh masyarakat, agar upaya kita semuanya dalam melakukan pencarian ini segera mendapatkan kejelasan.

Menurut Presiden Jokowi, ia juga telah memerintahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) agar bekerja dengan cepat untuk mengungkapkan hilangnya pesawat ini semaksimal mungkin, sehingga perbaikan bagi keselamatan penerbangan bisa dilaksanakan secara efektif. Jokowi menyebutkan, KNKT merupakan lembaga independen yang berwenang untuk menjelaskan mengenai hal ini.

Pemerintah, lanjut Presiden Jokowi, juga mendapatkan bantuan dari egara-negara sahabat dalam upaya pencarian pesawat AirAsia QZ8501 itu, baik dari Malaysia, dari Australia maupun dari Singapura, dan dari Korea Selatan

(ES)

Berita Terbaru