Presiden Jokowi Ingin Masalah Pembangunan LRT Jabodetabek Segera Tuntas

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 18 Agustus 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 20.744 Kali
Presiden Jokowi memimpin rapat terbatas membahas pembangunan LRT di Jabodetabek, di kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (18/8) siang

Presiden Jokowi memimpin rapat terbatas membahas pembangunan LRT di Jabodetabek, di kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (18/8) siang

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin rapat terbatas membahas masalah pembangunan Light Rail Transit (LRT), terutama untuk Jakarta, untuk Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek) dan Palembang, di kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (18/8) siang.

Dalam pengantarnya, Presiden Jokowi mengatakan, bahwa rapat mengenai masalah LRT itu sudah tiga atau empat kali dilaksanakan. Dan saat ini menurutnya sebenarnya sudah matang. Namun ratas kali ini diselenggarakan supaya ada sinkronisasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan apa yang akan dikerjakan oleh Pemerintah Pusat.

Oleh sebab itu, Presiden Jokowi minta supaya rapat pada ssore hari ini akan bisa dituntaskan. “Semoga sudah tidak ada rapat terbatas lagi tentang LRT. Jadi sudah final, tinggal pelaksanaan di lapangan,” tutur Presiden Jokowi.

Sebagaimana diketahui, pemerintah berencana membangun LRT untuk jalur Bogor – Cawang – Dukuh Atas. Diharapkan jalur ini selesai pembangunannya, dalam artian LRT bisa beroperasi penuh pada tahun 2018.

Pembangunan jalur LRT ini tidak memerlukan pembebasan lahan karena akan memakai jalur tol, dari Bogor – Cawang, Cawang – Dukuh Atas, kemudian Bekasi – Cawang, Cawang – Dukuh Atas.

“Jadi pakai jalur tol,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono kepada wartawan seusai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), di kantor Presiden, Jakarta, Rabu (20/5) sore.

Tampak hadir dalam rapat terbatas itu antara lain Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Kemaritiman Rizal Ramli, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Dirut PT Wijaya Karya, dan Dirut PT Adhi Karya. (DND/RAH/ES)

Berita Terbaru