Presiden Jokowi Jadi Anggota Kehormatan Forum Ekonomi Islam Dunia

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 21 April 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 40.303 Kali
Presiden Jokowi menerima delegasi World Islamic Economic Forum yang dipimpin Ketuanya Tan Musa, di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/4) sore

Presiden Jokowi menerima delegasi World Islamic Economic Forum yang dipimpin Ketuanya Tan Musa, di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/4) sore

Delegasi Yayasan World Islamic Economic Forum (WIEF) atau Forum Ekonomi Islam Dunia yang dipimpin ketuanya Tun Musa Hitam mengunjungi Presiden Joko Widodo (Jokowi), di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/4) sore.

Dalam pertemuan itu disampaikan penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah World Islamic Economic Forum atau Forum Ekonomi Islam Dunia pada bulan Mei tahun 2016 mendatang, dan pengangkatan Presiden Jokowi sebagai Anggota Kehormatan Forum Ekonomi Islam Dunia.

“Kita akan menjadi tuan rumah WIEF 2016 pada Mei di Jakarta, bersamaan dengan annual meeting Islamic Development Bank, ” kata Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro usai mendampingi Presiden Joko Widodo menerima Ketua Yayasan WIEF Tun Musa Hitam di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/4).

Bambang Brodjonegoro mengatakan Indonesia pernah menjadi tuan rumah pertemuan foruk ekonomi Islam itu pada 2009.

Forum tersebut, menurut Bambang Brodjonegoro, strategis karena akan dihadiri oleh para pelaku bisnis dari seluruh dunia, termasuk dari negara-negara Islam yang punya banyak dana untuk diinvestasikan.

Bambang Brodjonegoro juga mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo dinobatkan menjadi anggota kehormatan WIEF, menggantikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Ia menyebutkan, anggota kehormatan WIEF selama ini terdiri atas Perdana Menteri Malaysia, Presiden Indonesia, dan Presiden ADB.

“Jadi ketika Presiden Indonesia ganti maka ini harus disampaikan lagi. Presiden Jokowi menyatakan menerima keanggotaan kehormatan itu dan mendukung serta mengusahakan untuk hadir salam WIEF tahun depan di Jakarta,” kata Bambang Brodjonegoro.

Murni Ekonomi, Bisnis

Sementara itu Ketua Yayasan WIEF Tun Musa Hitam mengemukakan, meskipun tidak begitu dikenal di dunia, WIEF sebenarnya merupakan suatu organisasi yang sudah12 tahun dibentuk, da dirasakan semakin lama semakin terkenal. Hal ini terbukti, setiap diadakan secara tahunan,ada kurang lebih 3 ribu pebisnis yang berasal dari seluruh dunia datang berkumpul, sebagaimana yang terjadi dua tahun lalu di London (Inggris), atau di Dubai (Uni Emirat Arab).

“Fokus kami adalah middle atau upper middle business people dengan menitikberatkan pada pengusaha kecil dan menengah,” terang Musa.

Ia menyebutkan,  kalau dilihat dari segi kebutuhan dari kalangan negara-negara Islam, kebutuhannya adalah membangunkan pengusaha kecil dan menengah ini supaya dapat memerankan pembangunan di dalam masyarakat masing-masing.

Yang lebih menarik, lanjut Tun Musa, WIFE menerima atau menarik minat dari pebisnis yang bukan muslim. Selama mereka mau bekerja sama dengan komunitas bisnis muslim mereka diterima dengan tangan terbuka.  “Setiap kali forum ini dilaksanakan, entah dari Eropa, Amerika, Asia, dan Amerika Latin selalu ada yang hadir,” terang Musa.

Ketua WIFE itu menegaskan, bahwa Forum Ekonomi Islam Dunia ini murni hanya membicarakan ekonomi, bisnis. “Kami tidak membenarkan jika ada yang menyinggung masalah agama atau politik,” tegas Tun Musa.

Mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu adalah Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinov Chaiago, dan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto.

(Humas Setkab/ES)

 

Berita Terbaru