Presiden Jokowi: Jangan Ulang Tradisi Lama, Perencanaan dan Penganggaran Tidak Sinkron

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 13 April 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 29.459 Kali
Presiden Jokowi menerima laporan Seskab Pramono Anung sebelum memimpin rapat terbatas, di kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (13/4) sore. (Foto: Agung/Humas)

Presiden Jokowi menerima laporan Seskab Pramono Anung sebelum memimpin rapat terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (13/4) sore. (Foto: Humas/Agung)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan bahwa sinergi dan sinkronisasi merupakan kata kunci agar pembangunan nasional semakin efisien dan semakin efektif.

“Kita  tidak mau mengulang-ulang lagi tradisi-tradisi lama, dimana perencanaan dan penganggaran banyak dan ada yang tidak sambung dan tidak sinkron antara yang direncanakan beda dengan yang dianggarkan, sehingga tujuannya meleset dari sasaran yang ingin kita capai,” kata Presiden Jokowi dalam pengantarnya pada Rapat Terbatas (ratas) membahas Rancangan Inpres tentang Sinkronisasi Perencanaan dan Penganggaran Pembangunan Nasional, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (13/4) sore.

Presiden menegaskan bahwa sekarang bukan money follows function tapi kita harus money follows program.  Untuk itu, Presiden mengingatkan agar perencanaan betul-betul harus terintegrasi,  terkonsolidasi , terorganisasi antar sektor, antar wilayah, antar pusat dan daerah dan tidak ada lagi yang namanya egosektoral.

“Kita harus mulai berorientasi pada manfaat program kepada rakyat dan sejauh mana program itu bisa mendorong multiplier effect,” tutur Presiden.

Begitu juga dengan pengganggaran, menurut Presiden Jokowi, harus fokus, prioritas harus jelas dan kualitas perencanaan, kualitas penganggaran betul-betul ditingkatkan detilnya sehingga setiap kementerian/lembaga bisa menyampaikan langsung perencanaan dan penganggaran di kementerian dan lembaga masing-masing.

Presiden juga berharap Bappenas dan Kementerian Keuangan menjadi contoh agar sinergi ini betul, benar-benar bisa dilaksanakan.

Rapat Terbatas ini dihadiri oleh Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan Nila Moloek, Mendikbud Anies Baswedan, Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil, dan Kepala Staf Presiden Teten Masduki. (DND/DNA/ES)

 

Berita Terbaru