Presiden Jokowi Janji Selesaikan Masalah Listrik Di Babel Dalam 6 Bulan

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 21 Juni 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 24.379 Kali
Presiden Jokowi berdialog dan dengan warga membagikan KIS, KIP, KKS) serta Kartu KASPDB, di Kelurahan Tua Tanu, Kecamatan Gerungang, Kota Pangkalpinang, Minggu (21/6)

Presiden Jokowi berdialog dan dengan warga saat membagikan KIS, KIP, KKS serta  KASPDB, di Kota Pangkalpinang, Babel, Minggu (21/6)

Kondisi listrik di Provinsi Bangka Belitung (Babel) yang terlampau sering mati atau byar pet mendapat perhatian dari Presiden Jokowi. Presiden berjanji akan menyelesaikan masalah tersebut dalam waktu 6 (enam) bulan ke depan.

“Saya akan instruksikan untuk segera memperbaiki PLTU dalam waktu enam bulan ke depan. Selain itu, nantinya akan dibangun PLTU yang baru,” kata Presiden Jokowi seusai membagikan ‘Kartu Sakti’, di halaman Masjid Raya Tua Tunu, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, Minggu (21/6).

Menurut Presiden, ia akan mengintruksikan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk datang ke Babel guna melihat langsung, serta mengetahui sekaligus memecahkan permasalahan listriknya.

“Minggu depan Menteri ESDM dan Menteri BUMN akan datang ke Bangka Belitung, dan turun langsung ke lapangan untuk menyelesaikan masalah listrik ini,” kata Jokowi.

Presiden Jokowi mengingatkan, masalah listrik ini tidak hanya terjadi di Babel saja, melainkan terjadi juga di daerah lainnya di Indonesia, di hampir semua provinsi. Namun Presiden melihat, masalah listrik di Babel sudah ada solusinya, yaitu  dengan menggantikan mesin yang baru, sehingga dalam enam bulan ke depan sudah bisa mendapatkan pasokan listrik yang baru.

Selain itu, menurut Presiden, dalam waktu jangka panjang tidak menutup kemungkinan di Provinsi Bangka Belitung akan dibangun PLTU yang baru untuk menambah pasokan listrik.

Bagi Kartu                  

Presiden Jokowi berada di Provinsi Babel sejak Sabtu (20/6), dan sempat melaksanakan solat taraweh di Madjid Jami Soeprapto Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah, setelah sebelumnya meresmikan Pelabuhan Tanjung Batu, di Kabupaten Belitung.

Pada Minggu (21/6), Presiden Joko wi didampingi Ibu Negara Iriana membagikan ‘kartu sakti’ berupa Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) kepada sejumlah perwakilan penerimanya di halaman Masjid Raya di Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang.

Pemilik Kartu Indonesia Pintar SD menerima dana bantuan sebesar Rp450.000, SMP Rp750.000, dan SMA dan SMK Rp1 juta per siswa. Selain itu juga dibagikan Kartu Asistensi Sosial untuk Penyandang Disabilitas Berat.

Tampak mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu antara lain Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menperin Saleh Husin, Kepala BKPM Franky Sibarani, Gubernur Babel Rustam Effendi.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani menyebutkan, kartu yang dibagikan untuk wilayah Kota Pangkalpinang terdiri dari 338 KIP, 631 KIP, dan 1.508 KKS serta 20 kartu untuk penyandang disabilitas berat.

“Pemegang KKS menerima bantuan Rp200.000 per bulan, bisa diambil bertahap atau sekaligus untuk. tiga bulan sebesar Rp600.000,” kata Puan.

Selain membagikan kartu sakti di Pangkalpinang, Presiden Jokowi juga mengunjungi penghasil timah PT Tinindo Internusa. Selanjutnya, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Widodo dijadwalkan bertolak menuju Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Batam. (*/ANT/ES)

Berita Terbaru