Presiden Jokowi: Kapal Pengangkut Ternak Akan Dikembangkan Di Daerah Lain

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 10 November 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 24.292 Kali
Presiden Jokowi didampingi Menhub dan Seskab Pramono Anung menjawab wartawan seusai meresmikan kapal pengangkut ternak, di Bangkalan, Madura, Jatim, Selasa (10/11)

Presiden Jokowi didampingi Menhub dan Seskab Pramono Anung menjawab wartawan seusai meresmikan kapal pengangkut ternak, di Bangkalan, Madura, Jatim, Selasa (10/11)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, kapal pengangkut ternak sebagaimana yang diresmikannya di Bangkalan, Jatim, Selasa (10/11) siang, juga akan dikembangkan ke daerah-daerah yang menjadi basis peternakan sapi, bukan hanya di Nusa Tenggara Timur (NTT) atau Nusa Tenggara Barat (NTB), tetapi juga ke provinsi lainnya.

“Yang namanya angkutan ternak ini sangat kita perlukan untuk melancarkan arus distribusi barang, melancarkan arus distribusi ternak dari suatu provinsi ke provinsi yang lain, dari satu pulau ke pulau yang lain, dari satu kota ke kota yang lain,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan yang mencegatnya seusai meresmikan kapal khusus pengangkut ternak KM Camara 1, Kapal Perintis Tipe 750 DWT KM Sabuk Nusantara 56 dan Kapal Perintis Tipe 750 DWT KM Sabuk Nusantara 55, di  Galangan Kapal PT Adi Luhung Sarana Segara Indonesia (ALSSI) di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jatim, Selasa (10/11) siang.

Sebelumnya saat meresmikan kapal khusus pengangkut ternak itu, Presiden Jokowi berharap dengan peresmian kapal khusus pengangkut ternak itu, maka pelayanan angkutan untuk rakyat maupun untuk ternak  itu akan bisa terpenuhi dengan baik, yang akhirnya distribusi logistik nasional akan berjalan dengan baik, sehingga akhirnya harga-harga juga bisa turun karena angkutannya memakai angkutan laut yang murah.

“Tadi Menteri Perhubungan menyampaikan, tahun ini 200 kapal, tahun depan 160 kapal lagi, tahun depannya, tahun tambahannya seperti ini 160, 200, 160, 200,” terang Presiden Jokowi

Saat ditanya wartawan mengenai pengaruh pengadaan kapal pengangkut ternak itu terhadap kapal-kapal kayu produksi masyarakat, Presiden Jokowi mengatakan, bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah memesan sekitar 3.600an kapal, campur, ada yang kayu. Kapal-kapal ini rencananya akan diserahkan untuk nelayan kecil-kecil, akan dibagikan ke nelayan.

“Yang gede di BUMN. Saya lihat di Batam pesan Tanker dari pertamina. Artinya kapal seperti itu mampu, kapal ternak mampu, feri juga mampu. Kemampuan galangan kapal kita tidak usah diragukan,” tegas Presiden Jokowi.

Kalah Harga Angkutan

Menurut Presiden Jokowi, kekalahan kita selama ini selalu pada harga angkutan. Sapi dari Australia bisa masuk ke Jakarta harganya bisa berkompetisi dengan kita, karena harga transportasinya, biaya transportasinya sangat murah, sangat murah sekali.

“Kita kalahnya di transportasi dari provinsi ke provinsi yang masih sangat mahal. Ini yang kita targetkan agar satu per satu bisa kita selesaikan,” tutur Jokowi.

Sementara itu Menteri Perhubungan Ignatius Jonan mengatakan dengan diluncurkannya KM Sabuk Nusantara 56 artinya kita memiliki 56 kapal perintis. “Yang lebih menarik lagi, kapal ternak pertama yang pernah dijalankan dan dibuat di Indonesia,” ucap Jonan.

Kapal ini akan dapat membawa 500 sapi dengan melayani trayek Kupang-Bima-Tanjung Perak -Tanjung Emas-Bima-Kupang. Kapal ternak harus mengiuti standar dunia. “Kapal itu harus menjamin ternak tidak boleh stress, tertekan dan diberi ruang gerak,” kata Jonan. (JAY/ES)

Berita Terbaru