Presiden Jokowi ke Tarakan Menggunakan Pesawat Intai Maritim B-737

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 15 Desember 2014
Kategori: Berita
Dibaca: 24.656 Kali
Presiden Jokowi di atas pesawat intai Maritim Boeing-737 200 SIP TNI AU, saat menuju Tarakan, Kaltara, Senin (15/12)

Presiden Jokowi di atas pesawat intai Maritim Boeing-737 200 SIP TNI AU, saat menuju Tarakan, Kaltara, Senin (15/12)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana Widodo telah bertolak dari Kotabaru, Kalimantan Selatan menuju Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara) pada Senin (15/12) sore.

Jika sebelumnya, Presiden dan rombongan menggunakan pesawat kepresidenan BBJ-2 saat meninggalkan bertolak ke Banjarmasin dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, dan kemudian berganti dengan pesawat CN-295 saat menuju Kotabaru dari Banjarmasin, kali ini Presiden menggunakan pesawat Intai Maritim B-737 200 SIP TNI AU. Pesawat ini melintasi wilayah laut Indonesia yang berbatasan dengan Malaysia (Selat Makassar/ALKI 2 dan Perairan Ambalat.

Karena hanya berkapasitas 14 penumpang, maka rombongan yang ikut dalam pesawat intai Maritim B-737 itu sangat terbatas. Hanya Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana, serta sejumlah menteri , yaitu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Andi Widjajanto. Sementara para wartawan yang mengikuti perjalanan Presiden serta sejumlah Paspampres menggunakan Pesawat Kepresidenan BBJ-2.

Buka Musrenbang

Dalam kunjunganya ke Tarakan itu, Presiden Jokowi direncanakan  akan membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pusrenbang) Regional Kalimantan, yang digelar di Ruang Serbaguna Kantor Walikota Tarakan, pada Senin (15/12) malam ini.

Presiden dan rombongan akan menginap semalam di Tarakan. Selanjutnya, pada Selasa (16/12) pagi pukul 08.30 WITA, Presiden Jokowi akan meninggalkan dari Bandara Juwata Tarakan menuju Nunukan dengan mengunakan pesawat CN-295.

Selanjutnya dari Nunukan, Presiden akan ganti helikopter langsung menuju Sebatik dan menuju beberapa lokasi di Sebatik, seperti di Tanah Kuning Patok II dan Sungai Pancang Pos Angkatan Laut yang dapat melihat langsung Tawau salah satu kota di Malaysia.

“Di Sebatik ini Presiden akan berinteraksi dengan masyarakat setempat. Setelah itu Presiden kembali ke Nunukan,” kata Pelaksana Tugas (PLT) Gubernur Provinsi Kaltara Irianto Lambrie.

PLT Gubernur Kaltara itu berharap bisa mengajak Presiden Jokowi meninjau Pelabuhan Tunon Taka di Nunukan, yang  merupakan pelabuhan perbatatasan, tempat keluar masuknya barang dan orang dari Malayasia.

Irianto berharap, dengan memperlihatkan pelabuhan ini, Jokowi dapat mendukung pembangunan  perluasaan bangunan pelabuhan di daerah perbatasan ini.  “Setelah dari pelabuhan akan menuju Lahijung pos lintas batas laut. Meskipun belum difungsikan pos ini secara penuh, namun di tahun 2015 akan kita perbaiki. Kita kasih lihat ke presiden, bahwa Nunukan ini jalur lalulintas barang dan orang menuju Tawau,”ujar Irianto. (*/WID/ES)

 

Berita Terbaru