Presiden Jokowi: Lamanya Penanganan Bencana Asap Karena Wilayah Yang Terbakar Sangat Luas

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 9 Oktober 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 31.842 Kali
Presiden Jokowi saat meninjau lokasi kebakaran huta di Desa Rimbo Panjang Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar, Riau, Jumat (9/10).

Presiden Jokowi saat meninjau lokasi kebakaran huta di Desa Rimbo Panjang Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar, Riau, Jumat (9/10).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, bahwa Pemerintah telah berupaya sekuat tenaga dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan. Namun demikian, upaya penanganan bencana asap ini terasa lama karena keluasan wilayah yang terbakar sangat luas, yakni 1,7 hektar  ditengah terjadinya  kekeringan El Nino, sehingga belum terjadi hujan.

“S?aya sudah melihat baik prajurit dari TNI, Kepolisian dan BNPB, saya lihat betul-betul sudah bekerja,” kata Presiden Jokowi saat mengunjungi lokasi kebakaran hutan dan lahan, di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupate Kampar, Provinsi Riau, Jumat (9/10).

Presiden Jokowi menjelaskan, dari luas 1,7 juta hektar yang terbakar itu,  di Pulau Kalimantan seluas 770 ribu ha, 35,9 % diantaranya lahan gambut. Sedangkan di Pulau Sumatera, areal terbakar mencapai seluas 593 ribu ha, 45,9 % diantaranya lahan gambut, dan  221.704 ha lainnya areal terbakar berada di Provinsi Sumatera Selatan.

Untuk mempercepat pemadaman api, lanjut Presiden, pemerintah menerima bantuan pesawat yang berasal dari Malaysia, Singapura, Rusia dan Tiongkok. Pesawat-pesawat itu ada yang memliki kapasitas 12.000-15.000 liter.

“Kita akan fokus mengerjakan yang titik apinya paling banyak, yaitu di Sumatera Selatan, karena asap yang masuk kesini itu berasal dari sana,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden juga telah bicara melalui telepon dengan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Pandjaitan dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei yang tengah berada di Sumatera Selatan untuk melakukan koordinasi penanganan bencana asap.?

“Target mereka kira-kira dua minggu. Karena dengan kapasitas water bombing yang lebih besar diharapkan lebih cepat tertangani,” ungkap Presiden Jokowi.

Menurut Presiden, bencana asap yang terjadi saat ini banyak disebabkan kebakaran di lahan gambut. Ia menyebutkan, karakteristik yang unik dari gambut menyebabkan sulitnya usaha untuk memadamkan api di lahan gambut. “Karena di atasnya kelihatan sudah padam, tapi dibawahnya masih membara,” ujarnya.

Oleh sebab itu, kata Presiden Jokowi, solusi untuk mengatasi kebakaran di lahan gambut itu adalah dengan  membuat kanal bersekat dan di sisi kanan dan kirinya diberi stok air dengan embung. Dengan cara itu dilakukan pembasahan (rewetting) lahan gambut.

Ia menyebutkan, sekat kanal  bersama embungnya selain dibuat di Lokasi Bekas Kebakaran, Desa Rimbo Panjang, Kemacetan Tambang, Kabupaten Kampar, juga telah dikerjakan di Pulang Pisang Kalimantan Tengah, lokasi yang telah dikunjungi Presiden pada bulan September lalu.

“D?i tempat-tempat yang bergambut sekarang saya instruksikan untuk dibangun kanal bersekat dan embung. Semuanya dalam proses,” ujar Presiden.??

Tampak mendampingi Presiden Jokowi dalam kunjungan itu antara lain Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Marwan Jafar, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

(TKP/ES)

Berita Terbaru