Presiden Jokowi Minta Bandara Kulon Progo Dibangun Untuk 50 Tahun ke Depan

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 9 Mei 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 21.902 Kali

Presiden Jokowi Memimpin Ratas Mengenai Pembangunan Bandar Kulon Progo, Senin (9/5) Sore, di Kantor Presiden, Jakarta. (Foto: Humas/ Rahmat)

Presiden Jokowi Memimpin Ratas Mengenai Pembangunan Bandar Kulon Progo, Senin (9/5) Sore, di Kantor Presiden, Jakarta. (Foto: Humas/ Rahmat)

Seusai memimpin Rapat Terbatas (ratas) mengenai Penilaian Standard and Poor dan Ease of Doing Business, Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla langsung memimpin ratas mengenai pembangunan bandar udara di Yogyakarta.

“Kita tahu semuanya bahwa Bandar Udara Adi Sucipto melayani 3,5 juta penumpang/tahun, padahal kapasitas bandara hanya kurang lebih 1.5 juta penumpang/tahun. Peningkatan kapasitas bandara ini memberikan dampak dan nilai tambah pada perekonomian daerah khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta,” kata Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada ratas itu.

Presiden mengaku mendengar, bahwa pembangunan bandara, rencana bandara di Kulon Progo ini sudah direncanakan sejak lama, sudah banyak yang menunggu-nunggu. Tapi di lapangan, lanjut Presiden, belum dimulai pengerjaannya. Oleh sebab itu, Presiden Jokowi ingin mendengar paparan sampai sejauhmana proses mengenai rencana pembangunan bandara ini, termasuk kendala-kendala yang dihadapi di lapangan.

Presiden menegaskan, pemerintah ingin bergerak cepat menyelesaikan masalah-masalah yang ada, terutama dalam pembangunan infrastruktur. Ia menambahkan, pemerintah tidak ingin menunda-nunda lagi karena kita sudah tertinggal jauh infrastruktur kita dengan negara-negara yang lain.

“Saya ingin agar bandara yang baru ini direncanakan dengan matang tentu saja bukan hanya untuk 5-10 tahun yang akan datang, tapi kalau bisa untuk 30-50 tahun yang akan datang,” tutur Presiden seraya menambahkan, agar bandara itu kelak terintegrasi dengan moda-moda yang lainnya,  baik bis ataupun kereta api.

Tampak hadir dalam Rapat Terbatas itu antara lain Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menhub Ignasius Jonan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, dan Kepala Staf Presiden Teten Masduki. (DID/ES)

Berita Terbaru