Presiden Jokowi Minta Ekspor Mebel Penuhi Target 5 Miliar Dollar

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 12 Maret 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 24.553 Kali
Presiden Jokowi meninjau hasil produksi mebel yang dipamerkan di JI-Expo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (12/3)

Presiden Jokowi meninjau hasil produksi mebel yang dipamerkan di JI-Expo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (12/3)

Usai menghadiri Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) 2015 di Jakarta Convention Center (JCC), Presiden Joko Widodo (Jokowi) menuju JI-Expo, Kemayoran, Jakarta, guna  meresmikan Pembukaan Pameran Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2015, di Ruang Semeru, Kamis (12/3) sekitar pukul 12.00 WIB.

IFEX yang mengusung tema “Merging Local Traditions with a Modern Touch” ini akan diselenggarakan selama 4 (empat) hari, dari tanggal 12 sampai 15 Maret. Pameran diselenggarakan oleh AMKRI (Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia).

Ketua Umum AMKRI Soenoto melaporkan, pameran IFEX yang kedua ini dilaksanakan di atas lahan seluas 50.000sqm dengan  peserta sekitar 470 perusahaan.

Ia menyebutkan, bahwa industri mebel di Indonesia mampu menyerap banyak tenaga kerja. “Penyerapan lapangan kerja untuk 1 miliar dolar adalah sebanyak 400 ribu tenaga kerja. Untuk itu, Soenoto,” ujarnya.

Menurut Soenoto, butuh lebih dari separuh jumlah kabinet untuk mendukung (industri furniture).

Ia mencontohkan, selain dukungan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan, industri mebel juga membutuhkan dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan  dari segi bahan baku, Kementerian BUMN untuk penetrasi pasar, serta Polri untuk mencegah penyelundupan.

Secara khusus, Soenoto menyampaikan permintaan dukungan dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk penyediaan teknologi tepat guna bagi industri mebel.

Target 5 Miliar Dollar

Sementara itu Presiden Jokowi dalam sambutannya mengingatkan kepada Menteri Perdagangan dan Menteri Perindustrian serta Ketua AMKRI, yang sudah membandingkan dengan hasil ekspor Vietnam hampir 6 miliar dollar AS, sementara Indonesia masih pada posisi 2 miliar dollar AS, agar dalam lima tahun ke depan target 5 miliar dollar AS harus betul-betul dipegang.

“Caranya seperti apa? Silakan bertemu utk membuat step-step menuju ke 5 miliar dollar AS dalam 5 tahun ke depan. Itu target yang tidak main-main,” ujar Jokowi.

Tampak hadir dalam acara pembukaan IFEX 2015 itu antara lain Menteri Perdagangan Rahmat Gobel, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Ketua Umum AMKRI Soenoto. (Humas Setkab/ES)

Berita Terbaru