Presiden Jokowi Minta Forum Rektor Kalkulasi Perlu Tidaknya Kita Masuk Trans Pasifik

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 30 Januari 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 35.330 Kali
Presiden Jokowi membuka Konferensi Nasional Forum Rektor Indonesia, di Kampus UNY Yogyakata, Jumat (29/1) malam. (Foto: Dani K/Humas Setkab)

Presiden Jokowi membuka Konferensi Nasional Forum Rektor Indonesia, di Kampus UNY Yogyakata, Jumat (29/1) malam. (Foto: Humas/Dhany)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para rektor perguruan tinggi yang tergabung dalam Forum Rektor Indonesia (FRI) untuk bisa mengkalkulasikan  apakah kita perlu masuk atau tidak pada Trans Pacific Partnership (TPP), RCEP bloknya China atau FTA Uni Eropa.

“Dalam waktu yang sangat dekat akan saya putuskan, kita masuk atau tidak masuk. Tapi dengan kalkulasi dengan perhitungan yang detil apa untungnya apa ruginya. Tapi yang jelas kalau kita nggak masuk, saya berikan contoh TPP. Kita nggak masuk Blok Amerika , garmen kita, tekstil kita masuk ke sana kena pajak 15 persen kena pajak 20 persen,” kata Presiden Jokowi saat membuka Konferensi Nasional Forum Rektor Indonesia (FRI) 2016 di Auditorium Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Yogyakarta,  Jumat (29/1) malam.

Presiden mencontohkan, yang sudah masuk,  Malaysia, Singapura, Vietnam, Brunei  semuanya enggak kena mereka.  “Bisa bersaing kita? Enggak bisa, enggak akan bisa,” ujarnya.

Menurut Presiden Jokowi, waktu ketemu Presiden Amerika Serikat Barack Obama ia sampaikan bahwa Indonesia bermaksud untuk bergabung dengan TPP.  Namun, lanjut Presiden, di dalam negeri ramainya kayak itu. “Padahal baru bermaksud akan, belum memutuskan lho.  Karena saya enggak mau. Ini harus dihitung ini harus dikalkulasi. Sudah ramai,” katanya.

Karena itu, lanjut Presiden, ini tugasnya perguruan tinggi mestinya.  “Pak Rektor,  Ibu Rektor, dikalkulasikan lah kita. Pak usulan kami dari Forum Rektor Indonesia masuk,  kalkulasinya ini. Jangan belum-belum kalkulasi sudah ngomong rugi, enggak dapet untung,  pasar kita akan dikuasai mereka.  Lho produknya apa dari Amerika yang mau menyaingi produk – produk kita? Produk mereka kan produk-produk yang kita tidak memproduksi. Tapi lebih baik dikalkulasi,” pinta Presiden Jokowi.

Namun Presiden mengingatkan, dirinya tidak akan berlama-lama. Ini harus cepat diputuskan, ya atau tidak iya. Kalau iya apa yang perlu kita perbaiki kalau tidak iya apa yang perlu kita perbaiki, karena dua-duanya ada resiko.

Sebelumnya pada awal sambutannya Presiden Jokowi mengingatkan, bahwa kita sudah masuk pada era kompetisi, era persaingan. Bukan hanya Masyarakat Ekonomi Asean saja, Asean Economy Community, bukan hanya itu.

“Kalau bapak ibu lihat digambar, kepala negara, kepala pemerintahan di Asean bergandengan seperti itu, tapi kalau kita lihat secara dalam mereka itu adalah bukan teman tetapi pesaing pesaing kita,” kata Presiden Jokowi seraya menyebutkan, yang benar adalah mereka adalah pesaing- pesaing kita. Inilah era kompetisi inilah era persaingan.

Menurut Presiden Jokowi,  sekarang kita sudah masuk pada era itu. Karena itu, Presiden mengingatkan, kita harus persiapkan produktivitas, etos kerja, daya saing.

“Efisiensi itu yang harus kita perhatikan. Tidak bisa lagi kita dengan pola pola lama. Tradisi-tradisi lama masih kita pakai sudah tidak bisa .  Begitu kita salah memutuskan dan kita tidak masuk kepada produktivitas, kepada daya saing, kepada efisiensi, bisa kita menjadi pecundang dan sulit memenangkan kompetisi itu,” tutur Presiden Jokowi.

Tampak hadir dalam acara pembukaan Forum Rektor Indonesia itu antara lain Menristek Dikti M. Nasir, Mensesneg Pratikno, Menteri Pariwisata Arief Yahya, dan Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwno X. (FID/DNK/ES)

Berita Terbaru