Presiden Jokowi Minta Kementerian Terkait Jaga dan Rawat Museum Seni Lukis Klasik Bali

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 4 Agustus 2017
Kategori: Berita
Dibaca: 29.735 Kali
Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengunjungi Museum Seni Lukis Klasik Bali Nyoman Gunarsa, yang berlokasi di Klungkung, Bali, Jumat (4/8) sore. (Foto: Humas/OJI)

Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana mengunjungi Museum Seni Lukis Klasik Bali Nyoman Gunarsa, yang berlokasi di Klungkung, Bali, Jumat (4/8) sore. (Foto: Humas/OJI)

Usai melaksanakan salat Jumat, Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengunjungi Museum Seni Lukis Klasik Bali Nyoman Gunarsa, yang berlokasi di Klungkung, Bali, Jumat (4/8) sore.

Kedatangan Presiden dan Ibu Negara disambut antusias warga dan siswa-siswa sekolah dasar setempat.

Di dalam museum, Presiden melihat wayang kulit dari abad 15 peninggalan Mangku Dalang Buricek. Kemudian dilanjutkan melihat lukisan karya Nyoman Gunarsa. Seusai berkeliling melihat museum, Presiden dan Ibu disuguhi tarian Rejang Renteng.

Menurut Presiden Jokowi, kunjungannya ke Museum milik Nyoman Gunarsa ini, selain karena ia menyukai seni lukis, juga karena ia telah berjanji untuk berkunjung ke Museum.

“Museum menjadi penting untuk cagar budaya bangsa,” kata Presiden Jokowi.

Siapapun yang datang ke Bali, diyakini Presiden Jokowi, pasti akan merasakan bahwa seni adalah roh kehidupan masyarakat Bali. “Dan Beliau, ┬áBapak Nyoman Gunarsa sangat-sangat mempengaruhi seni budaya Bali utamanya di bidang lukis,” ujarnya.

Untuk itu, Presiden meminta kepada direktorat dan kementerian terkait agar bersama-sama menjaga dan merawat museum ini, serta memperbaiki bersama-sama baik pemerintah Bali maupun pengelola museum keluarga besar Nyoman Gunarsa.

Setelah dari Museum, Presiden langsung menuju ke Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk kembali ke Jakarta. Di perjalanan menuju bandara, Presiden beberapa kali menghentikan laju kendaraan rombongan untuk menyempatkan menyapa masyarakat yang menanti kehadirannya. (FID/OJI/ES)

Berita Terbaru