Presiden Jokowi Minta Muhammadiyah Bantu Pemerintah Perangi Mafia

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 17 Juni 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 22.339 Kali
Presiden Jokowi masih berseragam militer seusai melihat latiham tempur TNI AD menerima kunjungan PP Muhammadiyah, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (16/6) sore

Presiden Jokowi masih berseragam militer seusai melihat latiham tempur TNI AD menerima kunjungan PP Muhammadiyah dipimpin Ketua Umumnya Din Syamsuddin, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (16/6) sore

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah membantu pemerintah memerangi para mafia, baik mafia migas, ikan, narkoba sampai beras. Permintaan ini disampaikan Presiden Jokowi saat menerima PP Muhammadiyah yang dipimpin oleh Ketua Umumnya Din Syamsuddin, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (16/6).

Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengemukakan, dalam pertemuan itu Presiden Jokowi mengungkapkan soal keberadaan mafia yang banyak meraup untung di balik penderitaan masyarakat. Presiden menyampaikan komitmen pemerintah untuk memberantas mafia, dan meminta meminta Muhammadiyah mendorong masyarakat agar ikut terlibat memerangi kejahatan tersebut.

“Kami nyatakan sebelum presiden dan pemerintah Indonesia menyatakan mau perang terhadap mafia, Muhammadiyah alhamdulillah sudah mendahuluinya, kita juga perang dengan cara Muhammadiyah,” kata Din menanggapi permintaan Presiden Jokowi itu.

Bagi Muhammadiyah, lanjut Din, keberadan mafia telah merusak tatanan kehidupan di Tanah Air. Oleh karenanya, Muhammadiyah merasa ikut bertanggungjawab untuk memerangi mereka.

“Lewat kesempatan ini, wahai para mafia jangan main main karena ini akan menjadi sebuah gerakan rakyat, gerakan masyarakat madani bersama pemerintah. Karena Anda semua yang telah merusak kehidupan rakyat, yang telah menghalangi adanya kemakmuran,” ucap Din.

Buka Muktamar

Mengenai kedatangannya bersama jajaran pengurus PP Muhammadiyah ke Istana Merdeka, Din Syamsuddin mengaku untuk meminta kesediaan Presiden Jokowi membuka Muktamar Muhammadiyah dan Muktamar Aisyiyah ke-47, yang akan dilaksanakan pada 3 Agustus 2015 di Lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan.

Alhamdulillah Bapak Presiden Joko Widodo telah menyatakan kesediaannya untuk datang membuka Muktamar Muhammadiyah dan Muktamar Aisyiyah pada tanggal 3 Agustus 2015 di Lapangan Karebosi, Makassar,” ujar Din yang mengaku sangat bahagia mendengar kesanggupan Presiden Jokowi itu.

Menurut Ketua Umum PP Muhammadiyah itu, Din menjelaskan, Muktamar Muhammadiyah tahun ini akan mengusung tema ‘Gerakan Menuju Indonesia Berkemajuan’.

Din menyebutkan, tema itu merupakan bentuk komitmen Muhammadiyah terhadap bangsa dan negara yang berdasar Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. ┬ôKami sampaikan kepada Bapak Presiden wawasan keislaman Muhammadiyah sejak dulu, sejak kelahirannya, mengusung yang kami sebut Islam berkemajuan,” ujarnya.

Din menjelaskan, Islam berkemajuan merupakan visi Muhammadiyah yang punya arti Islam yang berbasis di Indonesia sudah sesuai dengan nilai-nilai luhur budaya Indonesia. “Kami ingin bukan Islam yang pasif dan statis, tapi Islam yang dinamis dan progresif,” pungkasnya. (*/ES)

Berita Terbaru