Presiden Jokowi Minta Pemuka Agama Ingatkan Masyarakat Nikmatnya Perdamaian dan Kerukunan

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 10 Februari 2018
Kategori: Berita
Dibaca: 18.284 Kali
Presiden Jokowi bersama para peserta Musyawarah Besar Pemuka Agama Untuk Kerukunan Bangsa, di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/2) sore. (Foto: Humas/Oji)

Presiden Jokowi bersama para peserta Musyawarah Besar Pemuka Agama untuk Kerukunan Bangsa, di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/2) sore. (Foto: Humas/Oji)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, aparat pemerintah dan para pemuka agama harus selalu bekerja sama untuk membangun Indonesia yang kokoh, bukan saja toleran dan saling pengertian semata, tetapi juga terus saling bekerja sama dan bersinergi menjaga pendidikan dan sikap umat.

“Bekerja sama untuk mengembangkan pendidikan yang terbuka, bekerja sama untuk meningkatkan saling pengertian antar agama, antar etnis, dan antara status sosial,” kata Presiden Jokowi saat menerima para peserta Musyawarah Besar Pemuka Agama untuk Kerukunan Bangsa, di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/2) sore.

Kepala Negara mengingatkan, aparat pemerintah dan para pemuka agama juga harus terus-menerus mengingatkan masyarakat tentang nikmatnya perdamaian, persaudaraan, kerukunan, dan persatuan yang terus harus disyukuri.

“Jangan sampai kita lupa tentang anugerah dari Tuhan mengenai ini. Jangan sampai kita lupa nikmatnya perdamaian dan kerukunan, karena selama ini kita selalu rukun, jadi lupa kita mensyukuri hal-hal itu,” tutur Kepala Negara.

Untuk itu, Kepala Negara meminta para pemuka agama agar umat dan masyarakat luas selalu diingatkan tentang nasib saudara-saudara di beberapa negara yang sedang dilanda konflik dan perang saudara yang kehidupan sehari-harinya selalu dihantui oleh konflik dan perang, yang peradabannya mundur sampai puluhan tahun bahkan ratusan tahun ke belakang.

Presiden Jokowi mengisahkan perjalanannya pada bulan Januari yang lalu ke India, Sri Lanka, Pakistan, Bangladesh, dan Afghanistan. Di Bangladesh, lanjut Presiden, dirinya mengunjungi Cox’s Bazar, lokasi pengungsi Rohingya di Bangladesh.

Ia menambahkan bahwa kondisinya sangat memprihatinkan dan Presiden Indonesia adalah kepala negara pertama yang mengunjungi Cox’s Bazar. Kepala Negara menyampaikan bahwa ini adalah komitmen Indonesia untuk kemanusiaan dan perdamaian dunia.

Kemudian hari berikutnya, Presiden bercerita ke Afghanistan, Kabul. Sementara beberapa hari sebelumnya, lanjut Presiden, ada ledakan bom yang menewaskan 20 orang. Lalu dua hari sebelum dirinya mendarat di Kabul ada bom lagi yang menewaskan 103 orang, bahkan dua jam sebelum mendarat, markas Akademi Militer di Kabul diserang, 5 tentara tewas dan belasan puluhan luka-luka.

Ia juga mengisahkan pesan dari Presiden Afghanistan Asraf Ghani yang kagum dengan kemajemukan di Indonesia, dan meminta dirinya agar menyelesaikanlah secepat-cepatnya apabila ada konflik.

“Selesaikanlah secepat-cepatnya apabila ada konflik antarsuku, secepat-cepatnya jangan tunggu berlama-lama, apalagi kalau sudah menyangkut  tentang agama. Tegas, secepatnya selesaikan,” kata Presiden Jokowi menirukan Presiden Asraf Ghani, seraya menambahkan, bila sudah menjadi sebuah konflik besar, penyelesaiannya sangat sulit sekali.

Jadi Contoh

Sebelumnya pada awal sambutannya, Presiden Jokowi mengemukakan, setiap bertemu dengan kepala negara atau kepala pemerintahan dari negara-negara sahabat, dirinya merasa bangga dan bahwa para pemimpin tersebut selalu menyanjung Indonesia dan selalu menyampaikan terima kasih kepada Indonesia.

“Mengapa Indonesia disanjung? Karena Indonesia adalah contoh masyarakat yang majemuk, masyarakat yang beragam, yang penuh toleransi dan kebersamaan,” ucap Presiden Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, dirinya selalu menjawab apa yang disampaikan oleh para pemimpin dunia tersebut, karena Indonesia memiliki pemuka-pemuka agama yang mengajarkan toleransi dan persatuan, yang selalu mengedepankan dialog, dan mengedepankan musyawarah dengan penuh kesabaran.

Oleh karena itu, Presiden menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pemuka agama, peserta musyawarah besar agama atas komitmennya untuk memperkuat kerukunan bangsa, serta atas komitmennya untuk memperkokoh NKRI, memperkokoh Pancasila, serta memperkokoh Bhinneka Tunggal Ika sebagaimana tertuang dalam butir-butir kesepakatan dari 7 bahan baku yang sudah dibahas di dalam musyawarah besar selama tiga hari itu.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menko Polhukam Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, dan Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban Din Syamsudin. (DID/ES)

Berita Terbaru