Presiden Jokowi Minta Perbaiki Kebun Binatang Yang Tidak Layak Dan Selamatkan Satwa Langka

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 30 September 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 65.415 Kali
Presiden Jokowi didampingi Mensesneg dan Menteri LHK menerima pengurus PKBSI, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (30/9) sore

Presiden Jokowi didampingi Mensesneg dan Menteri LHK menerima pengurus PKBSI, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (30/9) sore

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pengurus Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI) mengajukan usulan kebun binatang mana saja yang tidak layak sebagai tempat riset, pendidikan, penyelamatan kepunahan satwa langka,  juga tempat hiburan yang mendidik dengan harga terjangkau untuk diperbaiki atau dibangun baru.

“Presiden menjanjikan bantuan perbaikan, rencana-rencana sampai kebun binatang yang tidak layak itu menjadi layak kembali sesuai dengan etika pelestarian satwa,” kata Ketua Umum PKBSI Rahmat Sah seusai bersama beberapa pengurus PKBSI diterima oleh Presiden Jokowi, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (30/9) siang.

Presiden juga mengharapkan area Kebun Binatang tidak berkurang, bahkan jika dimungkinkan justru bertambah luasnya, sehingga area Kebun Binatang dapat berfungsi sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) kota. “Dan berkontribusi terhadap perbaikan kualitas udara kota dan sebagai catcment area atau daerah tangkapan air,” ujar Presiden.

Sebelumnya pengurus PKBSI melaporkan kepada Presiden Jokowi mengenai masalah flora fauna khususnya Lembaga Konservasi yaitu kebun binatang. Disampaikan oleh PKBSI, kebun binatang yang pada umumnya milik pemerintah atau di bawah manajemen kabupaten/kota, kebanyakan kurang baik kondisinya dan tidak mengikuti etika atau ketentuan yang ada yang ditentukan secara nasional maupun internasional.

PKBSI mencatat dri 52 kebun binatang yang dinaunginya, sebanyak 10-15 kebun binatang kondisinya tidak layak, 10 kebun binatang yang kurang baik, sisanya masih layak.

Satwa Langka

Selain itu juga dilaporkan soal satwa langka kita, yang juga dari International Union for Conservation of Nature (IUCN) yang memohon perhatian Indonesia, seperti badak, anoa, babi rusa, dan burung berkicau.

“Negara-negara lain, pihak luar negeri bahkan peduli terhadap satwa kita, seperti contoh diadakan workshop Penyelamatan Badak Sumatra di Singapura,” kata Rahmat Sah seraya menyebutkan, badak di dunia hanya ada 5, Indonesia memiliki 2 spesies badak (Jawa dan Sumatra), India 1 spesies tapi ada di beberapa negara, dan Afrika punya badak hitam dan badak putih yang juga ada di 11 negara.

Terhadap usulan tersebut Sekjen PKBSI Tony Sumampow mengatakan, Presiden Jokowi juga meminta PKBSI menyampaikan spesiesnya apa dulu dan prioritas kegiatannya apa saja yang harus dilakukan, dan fokus action-nya apa. Setelah itu presiden nanti akan menjalankan sesuai dengan rekomendasi dan menjalankan langkah penyelamatan spesies.

Tony menunjuk contoh misalnya kita harus mencarikan second habitat, seperti badak jawa yang di Ujung Kulon perkembangannya tidak bisa melebihi 50 ekor karena keterbatasan lahan, maka badak itu harus dipindahkan ke second habitat.

Tapi habitat kedua itu, lanjut Tony, menjadi masalah juga karena ada pemerintah daerah yang menyatakan itu sebagai ikon suatu daerah, sehingga kalau dipindahkan ke habitat kedua akan kehilangan kalau propinsi lain juga memiliki ikon yang sama.

“Tapi Presiden berpendapat, demi untuk menyelamatkan satwa langka yang sangat kritis itu, semua usaha harus dilakukan. Begitupun juga dengan burung berkicau yang akan kami usulkan secara tertulis, action apa yang harus dilakukan, karena burung berkicau menjadi budaya  untuk memelihara burung di rumah. Dengan demikian pengambilan dari alam sudah tidak mungkin lagi dicegah, yang mungkin adalah dibatasi berapa banyak yang boleh diambil dari alam,” terang Tony.

Saat menerima pengurus PKBSI itu, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Sementara di jajaran pengurus PKBSI tampak Dewan Pelindung Irman Gusman dan Ketua Dewan Penasihat Emil Salim. (DND/AGG/ES)

Berita Terbaru