Presiden Jokowi: Negara Harus Hadir Pastikan Petani Makin Produktif dan Sejahtera

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 13 Juni 2017
Kategori: Berita
Dibaca: 20.981 Kali
Presiden Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (13/6) petang. (Foto: Humas/Deni)

Presiden Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (13/6) petang. (Foto: Humas/Deni)

Usai memimpin Rapat Terbatas (ratas) mengenai Implementasi Kebijakan Satu Peta, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin ratas tentang memperkuat Peran Bulog dalam Ketahanan Pangan Nasionalis di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (13/6) petang.

Awali ratas, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa telah beberapa kali mengingatkan bahwa ketahanan pangan, kedaulatan pangan sangat penting bagi semua.

“Pangan adalah soal hidup dan matinya bangsa. Dan saat ini yang dibutuhkan oleh rakyat bukan hanya ketersediaan pangan dengan kualitas yang baik, yang bergizi, yang harganya terjangkau tapi juga kita harus menjaga agar para petani, produsen pangan tidak selalu dikalahkan, sehingga kita harapkan mereka dapat hidup lebih sejahtera,” tutur Presiden Jokowi.

Untuk itu, Presiden menyampaikan bahwa diperlukan kehadiran negara untuk memastikan agar rakyat menjadi konsumen dan tidak menghadapi kesulitan dalam mendapatkan bahan pangan. Hal itu, menurut Presiden, dikarenakan barangnya tersedia di pasar serta rakyat bisa membelinya dengan harga yang terjangkau.

“Dan, negara juga harus hadir memastikan para petani sebagai produsen bisa semakin produktif, semakin sejahtera karena mendapatkan harga komoditas yang wajar dan adil. Negara juga perlu hadir agar jalur distribusi komoditas pangan bisa lancar dan rantai perdagangan tidak terlalu panjang,” pungkas Presiden seraya mempersilakan┬áMenko atau Menteri maupun Kabulog menyampaikan paparan.

Dalam ratas kali ini turut hadir, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menperin Airlangga Hartarto, Menteri BUMN Rini Soemarno, Mentan Amran Sulaiman, Wamenkeu Mardiasmo, dan Kabulog Djarot Kusumayakti. (FID/DNA/DNS/EN)

Berita Terbaru