Buka Piala Presiden, Presiden Jokowi Berharap Muncul Lagi Gairah Sepakbola Nasional

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 30 Agustus 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 32.959 Kali
Presiden Jokowi berlari seusai melakukan kick off turnamen sepakbola Piala Presiden, di Gianyar, Bali, Minggu (30/8)

Presiden Jokowi berlari seusai melakukan kick off turnamen sepakbola Piala Presiden, di Gianyar, Bali, Minggu (30/8)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, kehadirannya dalam pembukaan turnamen sepakbola Piala Kemerdekaan beberapa waktu lalu dan Piala Presiden pada Minggu (30/8) adalah membangkitkan kembali, menghidupkan kembali kompetisi.

“Jadi nanti kita harapkan dengan bergulirnya kompetisi baik di Piala Presiden, Piala Kemerdekaan, nanti ada lagi Usia di bawah 17 tahun (U-17), U-15, akan memunculkan gairah persepakbolaan kita lagi,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan seusai meresmikan pembukaan turnamen sepakbola Piala Presiden 2015 di Stadion Kapten I Wayan Dipta di Gianyar, Bali, Minggu (30/8) sore.

Reformasi persepakbolaan secara total targetnya sampai kapan? “Secepat-cepatnya, pembenahan, kemudian reformasi kita. Lebih cepat lebih baik. Butuh waktu, nanti targetnya saya berikan ke menteri,” papar Presiden Jokowi.

Ke depan, menurut Presiden Jokowi, pembinaan sepakbola Indonesia akan dimulai dari pembinaan di U-15.

“Konsentrasi antara umur 10-15 tahun, bisa ada seleksi, mungkin bisa 20-25 anak, dimasukan dalam Pelatnas, sehingga nanti kita bisa ikuti kejuaraan di tingkat Asia, di situ dimulainya,” terang Jokowi.

Presiden menegaskan, semakin banyak kompetisi, akan semakin baik.

Sebelumnya saat memberikan sambutan pada pembukaan turnamen sepakbola Piala Presiden 2015, Presiden Jokowi menegaskan, reformasi persepakbolaan nasional adalah pilihan yang harus diambil untuk membangun prestasi sepakbola nasional di masa depan.

Presiden meminta semua pihak mendukung langkah ini dan berani berkorban. “Ini adalah pil pahit yang harus kita telan agar sepakbola nasional bisa sehat dan berkembang,” tuturnya.

Menurut Presiden Jokowi, reformasi sepakbola memerlukan langkah besar, kesabaran dan pengorbaan. “Tidak apa-apa sekarang kita diberi sanksi oleh FIFA, tidak bisa bertanding di dunia internasional daripada kita kalah terus,” tegas Jokowi.

Presiden berharap turnamen Piala Preside menjadi ajang persatuan kembali pegiat sepakbola tanah air. (DND/GUN/ES)

Berita Terbaru