Presiden Jokowi: Norwegia Mitra Penting Indonesia di Bidang Lingkungan Hidup, HAM, dan Energi

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 14 April 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 39.786 Kali
Presiden Jokowi dan PM Norwegia Erna Solber dalam pernyataan pers bersama, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (14/4)

Presiden Jokowi dan PM Norwegia Erna Solber dalam pernyataan pers bersama, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (14/4)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku baru saja menyelesaikan pertemuan yang sangat produktif dan bersahabat dengan Perdana Menteri (PM) Norwegia  Erna Solberg, yang baru pertama kali ini berkunjung ke Indonesia.

Diakui Kepala Negara, Indonesia dan Norwegia memiliki karakter yang sangat berbeda jika dilihat dari letak geografis, ukuran penduduk dan bidang kapasitas ekonomi.  Walaupun demikian, Kepala Negara menilai, kedua negara juga memiliki banyak kesamaan dalam  menjunjung tinggi nilai-nilai universal, antara lain demokrasi dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

“Kombinasi ini yang menjadikan hubungan kedua negara sangat erat, bersahabat, dan saling mendatangkan manfaat,” kata Jokowi dalam pernyataan pers bersama PM Norwegia Erna Solberg, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (14/4) sore.

Presiden menegaskan, bagi Indonesia, Norwegia adalah mitra penting di bidang lingkungan hidup, kerja sama hak asasi manusia, energi, perikanan, dan maritim.

Oleh karena itu, lanjut Presiden Jokowi,  dalam pertemuan bilateralbersama dengan PM Solberg, telah dibahas upaya penguatan  kerja sama bilateral, antara lain:

a. Di bidang lingkungan hidup dan kehutanan, kedua negara telah sepakat untuk melanjutkan kerja sama REDD+ yang pelaksanaannya telah dimulai sejak tahun 2010.

“Norwegia menghargai komitmen Indonesia untuk penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 26%-41% pada tahun 2020, serta beberapa kebijakan affirmative lainnya,” papar Presiden Jokowi.

b. Di bidang perikanan, Norwegia dapat menjadi mitra penting Indonesia, termasuk upaya untuk memberantas penangkapan ikan secara illegal (IUU Fishing) dan budi daya ikan laut.

c. Di bidang energi terbarukan, kerja sama dilakukan antara lain di bidang hydropower dan domestic biogas. “Kerja sama ini telah dilakukan sejak tahun 1995, dan akan terus dilanjutkan oleh kedua negara,” jelas Jokowi.

d. Di bidang kerja sama triangular, Indonesia-Norwegia telah melakukan kerja sama untuk melatih 25 polisi wanita dan 12 guru dari Afghanistan, di Jakarta dan Bandung.

Melihat positifnya hasil kerja sama ini, kata Jokowi, Indonesia dan Norwegia sepakat untuk menjajaki perluasan kerja sama triangular antara Indonesia-Norwegia ke negara-negara berkembang lainnya.

e. Di bidang pendidikan, untuk mendorong implementasi joint-degree antar-universitas kedua negara, beberapa universitas di Indonesia, seperti UGM, ITB, dan Akademi Keperawatan Ibnu Sina telah menjalin kerja sama dengan universitas-universitas di Norwegia.

Presiden Jokowi mengatakan, tercatat antara 60-80 mahasiswa Indonesia menempuh pendidikan di Norwegia, dan sebagian besar mahasiswa pasca sarjana.

Di samping masalah bilateral, Presiden Jokowi mengatakan, dirinya dan PM Solberg juga bertukar pendapat mengenai beberapa isu regional dan global, antara lain ASEAN, perubahan iklim, situasi Timur Tengah dan lain-lain.

“Kedua Negara juga telah sepakat untuk melakukan saling dukung bagi pencalonan sebagai Anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, untuk Indonesia tahun 2019-2020 dan untuk Norwegia tahun 2021-2022,” kata Presiden Jokowi.

Presiden menekankan, bahwa Indonesia dan Norwegia telah memiliki “Kemitraan Dinamis” yang dideklarasikan dan ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri dari kedua negara pada tahun 2010.  Kedua Negara juga telah memiliki forum reguler Dialog Hak Asasi Manusia sejak tahun 2002.

Dalam akhir keterangannya, Presiden Jokowi menyampaikan penghargaan kepada PM Solberg atas kunjungannya. “ Saya yakin bahwa hubungan bilateral Indonesia dan Norwegia akan semakin kuat dan bermanfaat bagi rakyat kedua negara,” pungkasnya.

Sementara PM Norwegia Erna Solberg mengatakan, di samping isu bilateral, penting juga mendiskusikan isu-isu internasional, di mana Indonesia-Norwegia harus lebih sering melakukan kerjasama di masa mendatang.

“Karena situasi dunia sekarang ini mengharuskan kita semua (negara-negara di dunia) bekerjasama untuk menyelesaikan konflik-konflik yang terjadi di dunia,” kata Erna Solberg. (*/Humas Setkab/ES)

Berita Terbaru