Presiden Jokowi: NU Berkomitmen Jaga Keberagaman, Kerukunan Dan Kesejahteraan Rakyat

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 28 Agustus 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 28.275 Kali
Presiden Jokowi berfoto bersama pengurus PBNU 2015-2020, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (27/8)

Presiden Jokowi berfoto bersama pengurus PBNU 2015-2020, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (27/8)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan rasa syukurnya, karena organisasi massa Islam terbesar di tanah air, Nahdlatul Ulama, telah meneguhkan sikapnya untuk menjadi perekat bangsa Indonesia.

“NU berkomitmen untuk terus bahu membahu bersama pemerintah menjaga keberagaman, kerukunan dan kesejahteraan rakyat,” tulis Presiden Jokowi melalui fan page facebooknya Kamis (27/8) malam.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden Jokowi setelah pada Kamis (27/8) kemarin, di Istana Merdeka, Jakarta, menerima Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hasil muktamar di Jombang, Jatim, awal bulan ini.

Rois Aam PBNU KH. Ma’ruf Amin menjelaskan,  kedatangan pengurus PBNU untuk bersilaturahim dengan Presiden Jokowi dimaksudkan untuk menyampaikan terima kasih karena Presiden telah membuka Muktamar NU di Jombang. Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga dilaporkan hasil-hasil yang dicapai dalam Muktamar NU di Jombang.

PBNU juga menyatakan kesiapannya untuk  melakukan kemitraan dengan pemerintah, dengan negara, untuk bersama-sama mengatasi berbagai tantangan, baik yang sifatnya paham-paham yang menyimpang, aliran-aliran yang menyimpang, radikalisme, dari berbagai kelompok, atau dalam menanggulangi masalah-masalah ekonomi yang dihadapi negara.

Dada Kita

Presiden Jokowi melalui akun twitternya @Jokowi  yang diunggahnya pada Kamis (27/8) malam mengatakan, dirinya bersyukur NU teguh jadi perekat bangsa Indonesia.

“Komitmen serupa harus terus ada di dada kita,” tutur Presiden Jokowi melalui fan page facebooknya.

Sebelumnya Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj mengatakan, bahwa Presiden Jokowi meminta PBNU agar menenangkan rakyat, terutama warga Nahdliyin tenang, tidak panik menghadapi ekonomi yang sedang melemah, dan memberikan pemahaman kepada mereka bahwa ini akibat ekonomi global, dan memberikan rasa optimisme kepada warga NU. Jangan sampai menjadi orang putus asa.

“Kita harus tetap optimis. Insya Allah pemerintah akan berupaya keras, sebulan dua bulan, tidak lama lagi bisa selesai,“ kata Said Aqil Siraj.

Said Aqil mengharapkan warga NU agar terus kerja keras, yang petani tetap ke sawah, yang pedagang tetap berdagang, karena Insya Allah kita tidak kurang pangan, tidak kurang bahan pokok. “Presiden akan mempertahankan harga bahan pokok dan BBM, tidak akan dinaikkan,” jelas Said.

(ES)

 

Berita Terbaru