Presiden Jokowi: Pansel Pimpinan KPK Harus Kompeten, Berintegritas, Keahliannya Lengkap

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 21 Mei 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 23.252 Kali
Presiden Jokowi didampingi Mensesneg Pratikno dan Tim Komunikasi Presiden Teten Masduki mengumumkan Pansel KPK, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (21/5) pagi

Presiden Jokowi didampingi Mensesneg Pratikno dan Tim Komunikasi Presiden Teten Masduki mengumumkan Pansel KPK, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (21/5) pagi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan komitmennya pada pemberantasan korupsi, dan berharap semua pihak harus meningkatkan komitmen, kompetensi, dan bersinergi, untuk pencegahan dan pemberantasan korupsi.

“Semua berkepentingan melawan korupsi, untuk rakyat Indonesia. Indonesia bisa bangkit jadi bangsa yang besar kalau kita bebas, kalau kita bebas korupsi,” kata Presiden Jokowi saat mengumumkan nama-nama yang dipilihnya menjadi Panitia Seleksi (Pansel) Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (21/5) pagi.

Presiden menegaskan, ia menaruh harapan besar kepada Kepolisian, KPK, dan Kejaksaan agar bersih, kuat, bersinergi, dan dipercaya masyarakat.

“KPK harus jadi lembaga yang berwibawa, menjaga kewibawaan lembaga lain melalaui pemerintahan yang bersih, jadi bagian penting dari semangat reformasi,” pesan Jokowi.

Menurut Presiden, selama beberapa minggu terakhir ia bekerja keras memilih nama-nama yang layak masuk menjadi Pansel KPK, karena Pansel harus kompeten dan berintegritas, dan keahliannya harus lengkap.

Karena itu, lanjut Presiden, dalam Pansel Pimpinan KPK ini ada ahli, baik hukum pidana, hukum tata negara, dan hukum bisnis bisnis. Ada ahli ekonomi manajemen organisasi, sosiolog, psikolog, dan ahli tata kelola pemerintahan.

Dengan kriteria kompetensi seperti itu, Presiden berharap komisioner yang akan terpilih menjadi pimpinan KPK nanti memiliki kemampuan yang lengkap, mampu memperkuat kelembagaan KPK, mampu meningkatkan sinergi  KPK dengan lembaga penegak hukum lainnya dalam rangka membangun sistem pemberantasan dan pencegahan korupsi.

“Saya berharap Panitia Seleksi Pimpinan KPK segera bekerja untuk menyeleksi dan menentukan calon pimpinan KPK, yang selanjutnya diserahkan kepada Presiden,” pungkas Jokowi.

Tampak mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu adalah Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, dan Tim Komunikasi Presiden Teten Masduki.

(*/ES)

 

Berita Terbaru