Presiden Jokowi Pastikan Akan Umumkan Soal Calon Kapolri Minggu Depan

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 4 Februari 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 58.997 Kali
Presiden Jokowi menjawab wartawan seusai membuka Rakor Darurat Narkoba Tahun 2015, di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (4/2) pagi.

Presiden Jokowi menjawab wartawan seusai membuka Rakor Darurat Narkoba Tahun 2015, di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (4/2) pagi.

Setelah bertemu dengan sejumlah pihak, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan akan mengumumkan sikapnya soal calon Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) pada minggu depan, selepas ia melakukan lawatan ke luar negeri.

“Calon Kapolri saya umumkan minggu depan, bisa Senin, Selasa, atau Rabu,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan seusai membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Darurat Narkoba Tahun 2015, di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (4/2) pagi.

Mengenai waktu pengumuman itu, Presiden Jokowi mengaku, ia masih ada urusan yang harus diselesaikan lebih dahulu.

“Saya kan ada agenda pertemuan bilateral dengan Malaysia, Brunei Darussalam, dan Filipina,” jelas Jokowi seraya menyebutkan, Senin (9/2) depan, ia sudah kembali di Jakarta.

Ketemu Banyak Pihak

Sebagaimana diketahui semenjak disetujui oleh Sidang Paripurna DPR-RI pada Kamis (15/1) lalu, calon Kapolri Komisaris Jendral (Komjen) Polisi Budi Gunawan yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga saat ini belum dilantik sebagai Kapolri.

Terkait dengan status tersangka Komjen (Pol) Budi Gunawan itu, Presiden Jokowi telah bertemu dengan sejumpah pihak, mulai dari Tim Independen, Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, pimpinan DPD-RI, pimpinan DPR-RI, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Terakhir, Presiden Jokowi mengakui telah bertemu para Ketua Umum partai dari koalisi yang mendukungnya, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/2) sore, yaitu Megawati Soekarnoputri (PDIP), Wiranto (Hanura), Muhaimin Iskandar (PKB), Sutiyoso (PKIP), Romahurmuzy (PPP), dan Partai Nasdem yang diwakili Sekretaris Jendralnya Rico Capella.

Dalam berbagai kesempatan itu, Presiden Jokowi menegaskan sikapnya untuk tidak melakukan intervensi hukum atas kasus yang menimpa baik pada Komjen (Pol) Budi Gunawan maupun pimpinan KPK yang di sisi lain juga telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri. (WID/Humas Setkab/ES)

 

Berita Terbaru