Presiden Jokowi: Pemerintah Akan Bekerja Keras Agar Seluruh Rakyat Tercukupi Sandang Pangan

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 4 Juli 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 30.297 Kali
Presiden Jokowi memberikan sambutan pada peringatan Nuzulul Quran 2015, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (3/7) malam

Presiden Jokowi memberikan sambutan pada peringatan Nuzulul Quran 2015, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (3/7) malam

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak masyarakat untuk sama-sama mendoakan (di malam Nuzulul Quran) agar pemerintah dapat mendorong penyerapan anggaran pembangunan nasional agar ekonomi masyarakat bergerak, khususnya di usaha-usaha kecil (mikro), menengah dan program bantuan sosial.

“Dengan niat tersebut, pemerintah ingin merealisasikan dan menjalankan program pemerintah yang sudah kami tetapkan,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada peringatan Nuzulul Quran 17 Ramadlan 1436H/2015M di Istana Negara, Juma (3/7) malam

Presiden mengatakan, pemerintah akan bekerja keras menjalankan program-program pembangunannya, sehingga seluruh rakyat bisa tercukupi sandang dan pangannya, karena sesungguhnya negeri kita yang besar ini harus bisa sejajar dengan negara maju lainnya.

Sebagai bangsa yang besar selain berjiwa tegak dan bekerja keras, lanjut Presiden, kita juga mesti menegakan prinsip persaudaraan kita, baik persaudaraan sesama manusia (Ukhuwah Insaniyyaa), persaudaraan sebangsa dan setanah air (ukhuwah wathaniyyah), persaudaraan sebagai sesama pemeluk agama (ukhuwan diniyyah), dan persaudaraan sesama muslimin (ukhuwah islamiyah).

“Dengan semangat dan spirit tersebut, pemerintah dan masyarakat secara otomatis akan mempunyai kekuatan alamiah untuk membendung gerakan-gerakan radikalisme yang mengatasnamakan agama,” tegas Presiden.

Harus Mencontoh

Sebelumnya Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin dalam sambutannya mengataka,  umat Islam Indonesia mesti mencontoh nilai-nilai universal Al Quran, yang telah menggelorakan semangat nasionalisme para ulama dan pejuang dalam mengorbankan semangat dan berjuang melawan penjajah dan mendirikan NKRI. “Dengan pendekatan ini pula, Menag meyakini bahwa demokrasi, hukum dan HAM yang dibangun akan menjadi lebih bermakna bagi bangsa yang relegius.

“Al Quran tidak hanya mengandung pokok-pokok ajaran agama (akidah, syariah, dan akhlak) yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan dengan sesama manusia dan lingkungannya, tetapi juga mengandung isyarat-isyarat tentang Iptek yang dapat dijadikan motivasi dan ispiransi kita semua,” tambahnya.

Menag berharap, peringatan Nuzul Quran ini dapat dijadikan sebagai momentum untuk memperbaiki interaksi umat Islam dengan Al Quran. “Kita tingkatkan kembali interaksi kita dengan kitab suci bukan hanya sekedar membacanya pada level ta’abbudi saja tetapi hendaknya meningkat pada level tadabburi, yaitu merenungkan, menggali hikmah dan isyarat-isyarat Al Quran,” pungkasnya.

Peringatan Nuzulul Quran 17 Ramadlan 1436H/2015M itu dihadiri oleh Ibu Negara Iriana, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah, pimpinan Lembaga Negara, para Menteri Kabinet Kerja, Duta Besar Negara sahabat dan para tamu. (*/ES)

Berita Terbaru